Samsung Galaxy Home akan Sambangi Wilayah Ini

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 09 Oct 2018 10:40 WIB
samsung
Samsung Galaxy Home akan Sambangi Wilayah Ini
Samsung dilaporkan berencana untuk merilis Galaxy Home di Amerika Serikat, Tiongkok dan Korea Selatan.

Jakarta: Samsung turut mencoba peruntungannya di ranah speaker cerdas, setelah Apple, Google dan Amazon menyicipi kesuksesan di pasar ini.

Kemampuan Bixby sebagai asisten digital pendukung speaker yang masih perlu diperbaiki, disebut akan membaik saat perangkat resmi meluncur.

SamMobile mengungkap wilayah yang akan disambangi oleh speaker cerdas dengan dukungan audio AKG, bernama Galaxy Home ini. Samsung berencana merilis Galaxy Home pertama kali di pasar Amerika Serikat, mendukung sejumlah teaser yang menyebar beberapa bulan lalu.

Selain itu, Samsung juga berencana merilis Galaxy Home di Tiongkok, dan Korea Selatan. Sementara itu, Bixby masih mendukung sebanyak empat bahasa, termasuk Inggris, Mandarin, Korea, dan Spanyol.

Dukungan bahasa ini memberikan kemudahan dalam menebak negara yang akan menjadi target pasar Galaxy Home.

Sayangnya, belum tersedia bocoran informasi terkait banderol harga yang akan ditawarkan Samsung untuk speaker cerdas pertamanya tersebut. Sementara itu, kehadiran Galaxy Home di wilayah berbahasa Inggris akan mendapatkan kompetisi yang ketat.

Sebab Apple HomePod telah terlebih dahulu memasuki pasar berbahasa Inggris tersebut, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia terlebih dahulu pada bulan Februari lalu. HomePod juga kemudian merambah pasar lain, seperti Kanada, Prancis dan Jerman, pada bulan Maret.

Tidak hanya Apple, Samsung juga akan menghadapi persaingan ketat dari speaker cerdas Google Home dan Amazon Echo yang telah terlebih dahulu berjaya di sejumlah negara di dunia.

Sebelumnya, Samsung Electronics merilis panduan finansial reguler sebelum laporan pendapatan Q3 yang akan dirilisnya pada akhir bulan Oktober ini.

Samsung juga memperkirakan, perusahaannya akan mendapatkan keuntungan operasional terbesar yang pernah mereka dapat pada Q3 mendatang. Kemungkinan, mereka bisa mendapatkan untung besar berkat tingginya permintaan akan chip memori mereka.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.