Google Ucap Perpisahan kepada Allo pada Maret 2019

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 07 Dec 2018 11:26 WIB
google
Google Ucap Perpisahan kepada Allo pada Maret 2019
Google mengumumkan akan penghentian operasionalisasi aplikasi Allo pada bulan Maret 2019.

Jakarta: Pada bulan April lalu, Google menyebut bahwa perusahaannya tidak lagi akan berinvestasi pada aplikasi pesan cerdas, Allo. Kini, Google mengumumkan akan menghentikan operasionalisasi Allo pada bulan Maret 2019.

Pengumuman ini disampaikan Google melalui halaman pendukung di situ resmi, sekaligus menjelaskan cara pengguna Allo melakukan backup untuk riwayat percakapan mereka.

Google menyebut perusahaannya mendapatkan banyak pembelajaran dari Allo, terutama terkait dengan pembelajaran mesin.

Sejumlah fitur baru yang menggunakan teknologi pembelajaran mesin telah ditambahkan ke  aplikasi Google Messages. Vice President of Chrome, Comms and Photos Google Anil Sabharwal menyebut bahwa Allo tidak pernah mencapai level ketertarikan masyarakat yang ditargetkan Google.

Sementara itu menurut 9to5Google, pengguna Allo telah mengeluhkan berbagai bug termasuk ketidakmampuan aplikasi ini untuk mengirimkan pesan. Untul aplikasi pesan yang diklaim cerdas, permasalahan tersebut cukup mampu menghilangkan minat konsumen menggunakannya.

Google mengalihkan tim Allo ke aplikasi Messages, sebab perusahaan raksasa teknologi ini tengah terfokus pada pengembangan aplikasi untuk SMS tersebut.

Sementara itu, Hangouts Chat dan Hangouts Meet akan menjadi titik migrasi untuk pengguna Hangouts setelah aplikasi tersebut resmi ditutup.

Namun, Hangouts Chat dan Hangouts Meet lebih ditujukan untuk penggunaan pada segmen konsumen enterprise. Google akan terus mengembangkan aplikasi chat video karyanya, Duo, disebut cukup berhasil menarik perhatian konsumen dan mendorong Messages untuk pesan teks.

Messages juga akan menjadi medium utama untuk Chat, protokol untuk Rich Communications Services (RCS) yang akan menggantikan SMS.

RCS menggunakan konektivitas data, dan bukan seluler, serta akan dapat memperingatkan pengguna secara langsung saat pesan terbalas dan menerima pesan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.