Masyarakat Indonesia Minat dan Paham Soal Uang Kripto

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 16 Oct 2018 19:08 WIB
teknologicryptocurrency
Masyarakat Indonesia Minat dan Paham Soal Uang Kripto
Pemaparan hasil riset TNS oleh Luno.

Jakarta: Cryptocurrency atau uang kripto di Indonesia memang saat ini belum diakui sebagai alat pembayaran sah. Hal tersebut tidak menutup minat masyarakat berinvestasi ke uang kripto.

Hal ini semakin diperkuat dari hasil riset yang dilakukan firma riset TNS untuk platform jual-beli dan cryptowallet Luno. Dalam riset yang dilakukan pada bulan Juni lalu, TNS dan Luno melakukan survey terhadap 1.000 responden di seluruh Indonesia berusia 18 tahun ke atas.

"Dalam survey tersebut kami melontarkan pertanyaan terkait topik kesadaran terhadap cryptocurrency, kepemilikannya, tujuan kepemilikannya, pendapat terkait tren tersebut dan sumber pemahaman mereka mengenai tren uang kripto," ungkap Country Manager Luno Indonesia Kanta Nandana.

Responden tersebut dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, usia, rentang umur, daerah, dan status sosial. Diperoleh hasil bahwa 69 persen kalangan dewasa muda berusia 25-34 tahun menjadi yang paling mengenal tren cryptocurrency.

Disusul oleh 62 persen dari usia 35-44 tahun dan 58 persen dari kelompok usia yang lebih muda yakni 18-24 tahun. Dari kelas sosialnya, cryptocurrency paling dikenal oleh kalangan masyarakat kelas sosial menengah ke atas sebesar 71 persen dan juga kelas menengah ke bawah di 51 persen.

Justru di kelas menengah, sebanyak 64 persen mereka tidak mengenal tren tersebut. Secara keseluruhan, Luno dan TNS menyebut 63 persen masyarakat Indonesia sudah mengenal cryptocurrency, lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Perancis, Italia, dan Romania.

"Soal kepemilikan ternyata 40 persen dari responden yang sudah mengenal tren ini juga memiliki setidaknya satu jenis mata uang kripto yang sejauh ini 84 persen di antaranya menggunakannya sebagai aset investasi. 83 persen responden yang memilikinya lebih menggemari Bitcoin," tutur Kanta.

Bahkan dibandingkan jenis investasi aset lainnya, investasi dalam uang kripto jauh lebih tinggi di Indonesia. Berdasarkan data Inside ID, kepemilikan aset investasi dalam bentuk properti hanya 30 persen, reksadana di 22 persen, dan saham di 17 persen.

TNS menemukan bahwa 67 persen masyarakat Indonesia menggunakan media sosial sebagai sumber informasi utama terkait cryptocurrency, sementara hanya 42 persen yang memanfaatkan informasi dari media massa.

"Data lain diperoleh bahwa 49 persen masyarakat Indonesia sat ini yang sudah mengenali uang kripto berminat untuk memilikinya. Jumlah ini masih akan meningkat lagi apabila harga uang kripto di pasar tergolong stabil, dan keamanan transaksi dan layanannya dipercaya," jelas Kanta.


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

3 days Ago

Advan adalah produsen smartphone lokal yang bisa dibilang pejuang sejati. 

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.