Produsen Smartphone Android di Eropa Wajib Bayar ke Google?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 17 Oct 2018 09:07 WIB
androidgoogle
Produsen Smartphone Android di Eropa Wajib Bayar ke Google?
Patung Android di Google Campus Amerika Serikat. (Android Central)

Jakarta: Google akan mengubah sistem royalti dari lisensi aplikasi Android di Eropa. Kini Google berencana menerapkan harga lisensi untuk aplikasi yang masuk ke Google Play Store.

Hal ini disebut sebagai buntut dari Komisi Eropa di Pengadilan Umum Uni Eropa yang menjatuhkan sanksi EUR4,3 miliar (Rp75,3 triliun) kepada Google, atas dakwaan persaingan tidak sehat atau dominasi sistem operasi dan aplikasi mereka.

Saat itu, diberikatan bahwa aplikasi Chrome sebagai peramban internet juga menutup kesempatan persaingan pembuat aplikasi lainnya. Padahal Chrome adalah cara Google mendapatkan pendapatan lewat layanan mesin pencari dan iklan di dalamnya.

Belum diketahui bentuk serta besaran harga lisensi dari aplikasi dan ekosistem buatan Google yang akan dikenakan pada produsen smartphone berbasis Android. Sejauh ini, hanya beberapa aplikasi yang disebut akan diubah lisensinya.

Misalnya, aplikasi buatan Google seperti Gmail, Chrome, dan sejenisnya termasuk Play Store akan diberikan harga lisensi baru untuk produsen smartphone di Eropa. Lisensi ini dipisah dari Chrome, termasuk layanan mesin pencarian Google yang terintegrasi langsung.

Sementara sistem operasi Android diklaim akan tetap digratiskan karena sejak awal Android adalah open source. Sebelumnya, beredar kabar bahwa Android akan dikenakan biaya lisensi juga.

Kabar lainnya menyebutkan kini produsen smartphone Android di Eropa artinya memiliki pilihan untuk merilis dua produk yang sama, tapi dengan sistem operasi yang berbeda, misalnya yang satu menggunakan Amazon Fire OS.

Meskipun begitu, dampaknya tentu akan lebih dirasakan oleh konsumen atau pengguna smartphone. Mungkin saja produsen smartphone memilih untuk mencari biaya lisensi dari harga perangkat yang ditingkatkan sehingga konsumen harus membayar lebih mahal.


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

5 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.