Mabar Game di Kantor Bisa Tingkatkan Produktivitas?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 31 Jan 2019 11:43 WIB
gamespubg
Mabar Game di Kantor Bisa Tingkatkan Produktivitas?
Game PUBG.

Jakarta: Game sering dianggap sebagai gangguan bagi pekerja kantor. Namun, riset terbaru yang dilakukan oleh profesor sistem informasi Brigham Young University, Amerika Serikat, justru menghasilkan kesimpulan sebaliknya.

Dikutip dari The Inquirer, riset Brigham Young University menemukan bahwa hanya dengan bermain game bersama atau mabar (main bareng) selama 45 menit, produktivitas pegawai dapat meningkat hingga 20 persen.

"Kami agak terkejut melihat dengan waktu bermain yang demikian singkat ternyata memiliki efek yang cukup signifikan," ungkap ketua tim penelitian ini, Greg Anderson. "Selama ini, banyak perusahaan yang menghabiskan biaya besar untuk menciptakan kegiatan dengan tujuan mengakrabkan pegawai, padahal menurut saya cukup sediakan saja Xbox." 

Dalam riset tersebut disebutkan bahwa game yang membuat para pemainnya bermain sebagai tim seperti PUBG, Fornite, atau Halo 4 dan sejenisnya memiliki efek positif yang sama.

Tim peneliti Brigham Young University melakukan riset dengan mengumpulkan 352 orang secara acak. Para peserta dikumpulkan dan dibagi menjadi 80 tim yang tidak mengenal satu sama lain. Kemudian, mereka diberi tugas berupa permainan teka-teki Findamine berbasis teks petunjuk untuk menemukan sebuah lokasi. 

Setelah ronde pertama permainan tersebut, secara acak, tim diminta untuk memilih kegiatan selanjutnya. Ada tiga opsi yang diberikan, yaitu bermain game, mengerjakan tugas masing-masing, dan melakukan tugas yang berorientasi pada hasil.

Selanjutnya, para responden diminta untuk kembali bermain Findamine. Hasil dari ronde kedua itu menunjukkan bahwa skor kolaborasi dan produktivitas dari tim video game justru lebih tinggi dari tim yang melakukan tugas berorientasi hasil.

"Melihat hal ini, video game atau bermain game bisa dilihat sebagai salah satu alternatif dalam kegiatan team building," ungkap perwakilan tim peneliti, Mark Keith. Tim yang terdiri dari individu yang tidak saling kenal ini terbukti mampu membentuk tim yang kolaboratif dan produktif.

Namun, tim peneliti memberikan catatan bahwa tim dalam riset ini berisi orang-orang yang tidak saling mengenal sebelumnya dan tidak mengetahui riwayat atau latar belakang anggota lainnya.

Hasilnya akan mungkin berbeda dengan pegawai kantor yang sudah saling mengenal lama. Game dengan mode tim sangat dianjurkan karena mengasah kemampuan tim untuk berkolaborasi dan bertanggung jawab atas peran masing-masing.


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.