Cloudera Turut Ambil Bagian Perangi Berita Palsu

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 15 Nov 2018 17:57 WIB
teknologi
Cloudera Turut Ambil Bagian Perangi Berita Palsu
Chief Executive Officer Cloudera Tom Reilly.

Jakarta: Upaya memerangi peredaran berita palsu atau hoaks tidak hanya jadi tanggung jawab media sosial, tapi juga media massa. Hal ini turut dilakukan Reuters sebagai media massa kenamaan dunia, yang sering kali menjadi acuan dari media lokal di berbagai negara.

Cloudera menyebut telah bekerja sama dengan media massa kelas dunia ini dalam memerangi peredaran berita palsu, dengan memilah berita palsu dan berita benar.

Pemilahan ini dilakukan oleh sumber data dan informasi milik Thomson Reuters. Ia digunakan sebagai basis dari layanan Reuters Tracer dan dapat memilah berita dalam kurun waktu 40 milidetik.

“Untuk identifikasi, hal yang paling penting adalah data dan Machine Learning. Teknologi Cloudera ini membantu Reuters menentukan informasi, apa datang dari ahli atau bukan, sehingga dapat mengetahui nilai dari berita yang ada di media sosial, terutama Twitter,” ujar Chief Executive Officer Cloudera Tom Reilly.

Salah satu metode yang digunakan layanan Reuters tersebut, lanjut Reilly, adalah dengan menelusuri informasi terkait keberadaan pengunggah foto.

Misalnya. ketika seseorang mengunggah foto bencana, akan diperiksa apakah dia sedang berada di lokasi terdampak ketika bencana terjadi. Saat melakukan pemilahan sumber berita dan informasi, Thomson Reuters dibantu oleh platform machine learning modern Cloudera sehingga bisa melakukan analisis lebih canggih.

Hingga saat ini, memerangi peredaran berita palsu tengah digencarkan oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Sampai sekarang, Facebook, Twitter dan sejumlah perusahaan teknologi lain masih berupaya memerangi peredaran hoaks.

Media sosial merilis berbagai fitur dan langkah guna mencegah berita palsu kian marak beredar di platform mereka. Demikian juga Kementerian Komunikasi dan Informatika yang melakukan pemeriksaan berkala pada situs yang dicurigai sebagai alat penyebaran berita palsu ini.

Namun, baik Cloudera maupun pihak lainnya sepakat, penyaringan terkait pemberitaan palsu juga perlu dilakukan oleh masing-masing individu terlebih dahulu.


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.