Cloudera Umumkan Merger Dengan Hortonworks

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 15 Nov 2018 17:34 WIB
teknologi
Cloudera Umumkan Merger Dengan Hortonworks
Cloudera Inc. mengumumkan merger dengan perusahaan yang disebut sebagai kompetitor utamanya, Hortonworks Inc.

Jakarta: Cloudera Inc. mengumumkan telah menandatangani perjanjian merger setara seluruh saham dengan Hortonworks Inc.

Merger ini akan memungkinkan keduanya untuk menghadirkan platform data generasi berikutnya, mencakup multi-cloud, on-premise, dan Edge.

“Bidang usaha kedua perusahaan saling melengkapi dan strategis. Dengan penyatuan dalam pengelolaan data end-to-end dan investasi Cloudera dalam penyimpanan data dan pembelajaran mesin, kami akan menghadirkan cloud data enterprise dari Edge ke AI yang pertama di industri,” ujar Chief Executive Officer Cloudera Tom Reilly.

Kombinasi kedua perusahaan juga dinilai Reilly membantu dalam hal penetapan standar industri untuk pengelolaan data cloud hibrida. Hal ini akan mendorong percepatan adopsi pelanggan, pengembangan komunitas dan keterlibatan dengan mitra kedua perusahaan tersebut.

Selain itu, merger keduanya juga ditujukan untuk mengakselerasi pengembangan pasar dan mendorong inovasi di bidang IoT, streaming, penyimpanan data, selain cloud hibrida dan pembelajaran mesin.

Melalui merger ini, pemegang saham Cloudera disebut memiliki sekitar 60 persen dari ekuitas perusahaan gabungan, dan pemegang saham Hortonworks memiliki sekitar 40 persen ekuitas, Kedua perusahaan ditaksir memiliki kombinasi nilai ekuitas senilai USD5,2 miliar (Rp76,4 triliun).

Selain itu, merger ini juga disebut Reilly memungkinkan Cloudera memperluas penawaran komplementernya, termasuk produk Hortonworks DataFlow dan Cloudera Data Science Workbench.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

1 week Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.