Kicauan Twitter Nantinya Bisa Disunting?

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 06 Feb 2019 14:35 WIB
media sosialtwitter
Kicauan Twitter Nantinya Bisa Disunting?
Twitter akan segera merilis fitur baru, memungkinkan pengguna mengedit tweet yang telah terunggah.

Jakarta: Twitter dilaporkan akan segera merilis fitur untuk mengedit tweet yang telah terunggah. CEO Twitter Jack Dorsey memberikan komentarnya terkait penambahan fitur penyuntingan itu pada jejaring sosial tersebut.

Menurut Phone Arena, saat disinggung menyoal rencana perusahaannya untuk menambahkan kemampuan mengedit tweet, Dorsey mengonfirmasi hal tersebut. Fitur ini dinilai sejumlah pihak berguna untuk memperbaiki kesalahan pengetikan, meski tetap dapat menampilkan pesan orisinal.

Selain itu, Dorsey juga mengungkap alasan perusahaannya tidak menghadirkan fitur ini sejak awal. Sebab, jelas Dorsey, pada awal pengembangannya, Twitter dibangun berbasis pada SMS dan pesan teks.

Setelah terkirim, Dorsey menyebut, pesan tersebut tidak dapat dihapus atau diedit. Metode tersebut terjadi saat pengguna mengirimkan pesan di platform Twitter. Dorsey juga menyebut bahwa fitur ini akan dikembangkan sehingga memungkinkan pengguna mengedit tweet dalam kurun waktu 5 hingga 30 detik.

Bos Twitter ini mengaku setuju bahwa kejelasan merupakan hal yang sangat penting, tapi mengklaim bahwa pemberian jeda waktu edit lebih dari 30 detik akan menimbulkan permasalahan lain. Sebab, jeda waktu tersebut dinilai akan mengurangi kealamian percakapan yang tercipta pada platform tersebut.

Sayangnya, Dorsey masih enggan memberikan informasi terkait waktu peluncuran fitur ini untuk Twitter versi desktop ataupun aplikasi Android dan iOS.

Sebelumnya, Twitter menguji fitur baru yang bertujuan untuk memudahkan pengguna mengetahui orang pertama yang membuat sebuah kicauan. Fitur dengan label Original Tweeter ini dinilai akan berguna, khususnya untuk mengurangi tingkat bullying dan pelecehan di platform Twitter, terutama jika orang yang membuat kicauan pertama adalah orang ternama.


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.