Bagaimana Industri VOD Pengaruhi PDB?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 20 Mar 2019 21:36 WIB
teknologi
Bagaimana Industri VOD Pengaruhi PDB?
Ilustrasi.

Jakarta: Perusahaan penyedia layanan Video-On-Demand (VOD) akan meningkatkan jumlah investasi yang mereka tanamkan di negara-negra Asia hingga 3,7 kali lipat dalam waktu tiga tahun ke depan, menurut survei yang diadakan oleh Alphabeta. 

Alphabeta Engagement Manager, Konstantin Matthies menjelaskan, salah satu ketakutan terbesar akan kemunculan VOD adalah masyarakat hanya akan menonton film buatan Hollywood. Itu salah. Menurut survei Alphabeta, kebanyakan penonton Asia justru tertarik untuk menonton konten lokal. 

"Permintaan penonton akan konten lokal jauh lebih tinggi dari yang diperkiraan," kata Matthies ketika ditemui dalam acara Indonesia in View yang diadakan di Hotel Mulia, Selasa, 19 Maret 2019.

Dia menjelaskan, mengingat penonton VOD bisa menonton apapun yang mereka mau kapanpun, itu berati, para penyedia layanan VOD, mau tidak mau, harus menyediakan konten lokal berkualitas. 

Di Indonesia, sebanyak 44 persen waktu menonton pengguna layanan VOD dihabiskan untuk menonton konten lokal. Sisanya, 56 persen, digunakan untuk menonton konten asing.

"Menariknya, dari 56 persen ini, sebagian konten asing yang ditonton adalah konten dari negara-negara Asia, seperti drama Korea," kata Matthies. 



Menurut survei Alphabeta, investasi yang akan perusahaan VOD seperti Netflix, iflix, dan HOOQ tanamkan untuk membuat konten lokal mencapai USD10,1 miliar. Sementara dampak dari investasi pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebuah negara akan mencapai tiga kali lipat dari nilai investasi itu, atau sekitar USD30,4 miliar.

Matthies menyebutkan, pengaruh industri VOD pada PDB sebuah negara-negara di Asia akan berbeda-beda, tergantung pada regulasi yang ada dan beberapa faktor lain. 

Sebesar USD6,1 miliar dari investasi sebesar USD10,1 miliar yang diperkirakan akan dikucurkan di negara-negara Asia, akan datang dari perusahaan VOD regional seperti iflix, HOOQ, dan beberapa perusahaan VOD besar dari Tiongkok.

Sementara perusahaan global seperti Netflix hanya akan berkontribusi sekitar USD4 miliar. Industri yang pertama terdampak oleh investasi ini adalah industri hiburan. 



"Investasi sebesar USD10,1 miliar akan masuk ke industri hiburan, untuk menyewa studio, sutradara, aktor, dan hal-hal yang berkaitan langsung dengan pembuatan konten," kata Matthies.

Dampak tidak langsung dari masuknya investasi ini akan mencapai USD7,1 miliar, yang akan memengaruhi pelaku usaha di industri yang memasok industri hiburan, seperti katering, hukum, finansial, hingga logistik. 

"Efek berikutnya terjadi ketika para pekerja ini menghabiskan uang yang mereka dapatkan," kata Matthies. Alphabeta memperkirakan efek yang disebut insentif pembelanjaan akan mencapai USD13,3 miliar. "Terakhir, manfaat limpahan, yang memiliki efek tidak langsung."

Dia memberikan contoh, ketika drama Korea memiliki banyak penonton, maka orang-orang akan mulai tertarik dengan produk lain dari Korea Selatan, mulai dari musik, kosmetik, hingga makanan. Ini juga bisa mendorong turisme di sebuah negara. 

"Misalnya, di India, ada satu film yang mengambil tempat di Himalaya. Ini mendorong industri pariwisata," ujar Matthies.

Selain dampak pada perekononian, investasi dari perusahaan VOD juga diperkirakan akan meningkatkan lowongan kerja. Pada 2022, lowongan kerja yang tersedia akan mencapai 736, naik hampir empat kali lipat dari 187 lowongan pada 2017. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.