Skema Iklan Palsu Libatkan 100 Situs dan Aplikasi Android

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 25 Oct 2018 11:36 WIB
googlecyber security
Skema Iklan Palsu Libatkan 100 Situs dan Aplikasi Android
Skema penipuan gunakan aplikasi populer di Android.

Jakarta: Lebih dari 125 situs dan aplikasi Android menjadi bagian dari skema penipuan yang bernilai ratusan juta dolar AS. 

Dalam skema ini, para penipu membeli aplikasi-aplikasi populer dari para developer melalui perusahaan yang disebut "We Purchase Apps".

Kepemilikan aplikasi-aplikasi itu lalu dipindahkan ke perusahaan-perusahaan palsu yang akan bertanggung jawab atas aplikasi itu. Pada saat yang sama, perusahaan akan melacak dan menganalisa kegiatan pengguna. 

Data pengguna kemudian akan digunakan untuk memprogram sekumpulan bot yang akan meniru perilaku pengguna. Dengan begitu, sang penipu akan bisa mendapatkan uang dari view dan penggunaan aplikasi palsu.

Dengan meniru perilaku pengguna asli, para penipu bisa menghasilkan trafik palsu yang tidak terdeteksi oleh sistem deteksi penipuan. 

Menurut laporan The Verge, para penipu berhasil mendapatkan jutaan dollar dari perusahaan yang membayar untuk menampilkan iklan pada aplikasi melalui jaringan iklan aplikasi, termasuk jaringan milik Google sendiri.

Para penipu ini memang cerdik, menggunakan trafik dari pengguna asli untuk menyamarkan kegiatan bot. 

Buzzfeed telah melaporkan temuan mereka pada Google. Perusahaan pencarian itu mengatakan bahwa mereka telah menghapus beberapa aplikasi yang terlibat dalam skema ini dari Play Store dan jaringan iklan mereka.

Meskipun begitu, ada beberapa aplikasi -- seperti EverythingMe, aplikasi dengan lebih dari 20 juta unduhan -- masih ada di Play Store. 

Dalam laporannya, Google memperkirakan bahwa kerugian yang diderita para pengiklan mencapai USD10 juta.

Angka ini mungkin sebenarnya jauh lebih besar. Pixalate, perusahaan pendeteksi penipuan, memperkirakan bahwa satu aplikasi bisa membuat satu pengiklan menderita kerugian sebesar USD75 juta per tahun. 


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

5 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.