Google Banding Atas Denda Rp75,3 Triliun dari Uni Eropa

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 10 Oct 2018 13:06 WIB
androidgoogle
Google Banding Atas Denda Rp75,3 Triliun dari Uni Eropa
Google akan ajukan banding. (AFP PHOTO / Pau Barrena)

Jakarta: Google mengatakan telah mengajukan banding terkait denda sebesar EUR4,3 miliar (Rp75,3 triliun) yang diajukan oleh Uni Eropa terkait dominasi sistem operasi mobile mereka, Android. 

"Kami sekarang telah mengajukan banding pada keputusan terkait Android dari Komisi Eropa di Pengadilan Umum Uni Eropa," kata Google. Proses pengadilan ini mungkin akan berlangsung selama bertahun-tahun, lapor Financial Times

Meskipun begitu, Google mengaku bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk meminta Uni Eropa untuk menangguhkan keputusan mereka. Itu berarti, Google memiliki waktu hingga akhir Oktober untuk mengubah Android untuk  meyakinkan Uni Eropa bahwa dominasi mereka akan pasar OS mobile tidak merusak kompetisi atau mematikan persaingan. 

Jika Google gagal memenuhi hal ini, maka mereka terancam denda maksimal sebesar lima persen dari pendapatan global per hari selama mereka tidak mematuhi peraturan dari Uni Eropa. 

Pada bulan Juli , Margrethe Vestager, Komisioner Kompetisi Uni Eropa, mengatakan bahwa Google telah melakukan praktek yang membuat para pesaingnya tidak bisa melakukan inovasi atau bersaing.

Verstager menyebutkan, Google memaksa para pembuat smartphone seperti Samsung dan Huawei untuk memasang peramban Chrome dan aplikasi Search mereka sebagai syarat untuk menggunakan Google Play, toko aplikasi pada smartphone.

Komisi juga menganggap, Google telah membayar para manufaktur dan operator telekomunikasi untuk memsang aplikasi Search Google secara eksklusif pada smartphone mereka. Hal ini mencegah perusahaan lain menyaingi Android pada perangkat mereka. Google membantah semua tuduhan ini. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.