MIT Siapkan Rp15 Triliun untuk Buat Universitas AI

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 16 Oct 2018 17:00 WIB
kecerdasan buatan
MIT Siapkan Rp15 Triliun untuk Buat Universitas AI
MIT akan siapkan dana untuk buat universitas kecerdasan buatan.

Jakarta: Sejak penggunaan teknologi kecerdasan buatan menjadi populer pada awal tahun 2010-an, terjadi kekurangan peneliti dan developer AI.

Untuk menyelesaikan masalah ini, MIT mengumumkan bahwa mereka akan mencari dana sebesar USD1 miiliar (Rp15,2 triliun) untuk membuat sekolah komputasi baru dengan tujuan melatih para ahli machine learning.

Universitas ini tidak hanya soal melatih pengembangan AI. Mereka akan fokus untuk membuat para siswanya menjadi seorang ahli dalam dua bidang sekaligus.

Presiden MIT L. Rafael Reif mengatakan bahwa dia ingin mengedukasi para siswa yang tidak hanya mempelajari berbagai bidang, seperti biologi, kimia, fisika, politik, sejarah dan bahasa, tapi juga tahu cara untuk menggunakan AI pada disiplin ilmu tersebut, menurut laporan The Verge.

Sejauh ini, MIT telah berhasil mendapatkan dana dua per tiga dari target USD1 miliar mereka. Sebesar USD350 juta (Rp5,3  trili8n) mereka dapatkan dari Stephen A. Schwarzman, CEO dari perusahaan saham privat, Blackstone.

Universitas yang akan dinamai Schwarzaman ini akan memiliki 50 fakultas, setengahnya akan fokus sepenuhnya pada ilmu komputer sementara sisanya merupakan gabungan dengan universitas ini dan departemen MIT yang lain.

Universitas tersebut diharapkan akan dibuka pada September 2019 sementara gedung baru direncanakan untuk dibuat pada 2022.

MIT juga berencana untuk menjadikan universitas ini fokus pada etika. Salah satu tujuan mereka adalah untuk meneliti "pemikiran etis yang relevan dengan komputasi dan AI."

Memang, salah satu kritik akan pengembangan AI adalah para peneliti dianggap mengacuhkan sejarah tentang industri yang mereka coba untuk ubah.

Mungkin, dengan adanya lebih banyak kolaborasi, ini akan menjembatani pemikiran peneliti AI dan peneliti dari bidang lain.

"Komputer mengubah dunia kita, MIT ingin untuk membantu untuk memastikan bahwa teknologi digunakan untuk kebaikan semua orang," kata Reif dalam pernyataan resmi.

"MIT Schwarzman College of Computing akan terdiri dari pusat penelitian dan edukasi global dan tempat pengembangan intelektual untuk berbagai alat AI."


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

4 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.