CEO ASUS Jerry Shen Lepas Jabatan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 14 Dec 2018 10:14 WIB
asus
CEO ASUS Jerry Shen Lepas Jabatan
Jerry Shen mengundurkan diri dari ASUS.

Jakarta: CEO ASUS Jerry Shen mengundurkan diri. ASUS mengatakan ini adalah bagian dari "trasformasi perusahaan yang komprehensif".

Shen akan digantikan oleh dua orang yang menjabat sebagai co-CEO. ASUS juga akan mengubah strategi mobile mereka. Kini, mereka akan fokus pada gamer dan power user. Dengan kata lain, kemungkinan, ASUS akan meluncurkan lebih banyak ROG Phone dan lebih sedikit ZenFone.

Shen menjabat sebagai CEO selama 11 tahun. Selama itu, ASUS telah meluncurkan seri PadFone, seri Transformer, seri ZenBook, dan seri ZenFone.

Sebelum itu, Shen juga merupakan kreator utama di balik EE PC, laptop kecil yang mendorong para perusahaan berlomba-lomba membuat laptop pada 2006.

Dalam pernyataan resmi, Shen mengumumkan bahwa dia akan menjadi CEO dan Chairman startup iFast, yang bergerak di industri AI dan IoT. Startup ini menargetkan bisnis B2B (Business-to-Business).

Meskipun begitu, Shen tidak memutus hubungannya dengan ASUS sepenuhnya, mengingat ASUS memiliki 30 persen saham di startup baru Shen, lapor Engadget.

Mengingat Shen telah bekerja untuk ASUS selama 25 tahun, keputusan perusahaan Taiwan itu untuk mendukung startup Shen bukanlah hal yang aneh. Shen mengatakan, dia akan "mendedikasikan diri saya untuk membantu ASUS melakukan transisi ke industri AIoT."

Sebagai pengganti Shen, posisi CEO akan dipegang oleh PC Business Lead S.Y. Hsu dan Global Customer Service Lead Samson Hu per 1 Januari 2019.

Kedua Vice President itu pernah menjabat sebagai co-COO pada 2015. Karena itu, keduanya seharusnya bisa menyesuaikan diri dengan tugas baru mereka sebagai co-CEO dengan cepat.

Keputusan ASUS untuk mengubah strategi mobile miliknya membuat mereka harus kehilangan NTD6 miliar (Rp2,8 triliun) karena "kehilangan inventori, royalti, ongkos produksi, dan biaya penyesuaian perusahaan."

Meskipun begitu, Shen berkata pada Business Next bahwa ini adalah langkah yang harus mereka lakukan untuk membantu tim mobile agar mereka bisa memantau hasil dari strategi baru mereka di masa depan.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.