Perbaikan Jaringan Telekomunikasi Sulteng Capai 60%

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 05 Oct 2018 18:37 WIB
telekomunikasi
Perbaikan Jaringan Telekomunikasi Sulteng Capai 60%
Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut 60 persen BTS operator seluler di Sulawesi Tengah telah berfungsi.

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumumkan jumlah Based Transceiver Station (BTS) operator seluler yang telah kembali berfungsi di wilayah bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah mencapai 60 persen. Persentase tersebut meningkat sebanyak 10 persen dari sebelumnya.

"Hari ini Palu aktif (BTS) sebanyak 30 persen, Sigi 24 persen, dan Donggala yang pada saat kejadian beroperasi 20 persen sekarang sudah 37 persen," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara di Gedung Kominfo.

Kemenkominfo menyebut 90 persen BTS tersebut tidak dapat berfungsi akibat kehilangan pasokan listrik, sedangkan sebanyak 10 persen BTS lain memerlukan waktu perbaikan lebih lama.

Menurut Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), BTS di wilayah kota Palu hanya beroperasi sekitar sembilan persen setelah bencana terjadi.

Percepatan perbaikan sistem jaringan transmisi ini didukung oleh pasokan aliran listrik ke wilayah bencana telah mulai berangsur pulih, serta terbantu oleh operator turut memboyong alat pembangkit listrik genset ke wilayah terdampak.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga menyebut empat operator besar Indonesia, Telkom, Telkomsel, Indosat, dan XL telah berhasil menormalisasikan jaringan utama atau backbone milik mereka.

Sementara itu, Pertamina telah menyetujui untuk menyediakan pasokan BBM khusus bagi sektor telekomunikasi di Sulawesi Tengah.

Pasokan BBM yang disetujui Pertamina tersebut sebanyak kurang lebih 5.000 liter per hari. Selain itu, guna memudahkan komunikasi dalam proses penanggulangan bencana di wilayah Sulawesi Tengah, Kominfo menyebut mendistribusikan telepon satelit kepada posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hingga saat ini, Kemenkominfo menyebut telah mendistribusikan sebanyak 64 telepon satelit, sebanyak 31 unit pada gelombang pertama dan 33 unit pada gelombang kedua.

Kemenkominfo turut menyebut telah memberikan akses internet Vsat, yang memanfaatkan satelit agar dapat terhubung ke internet.

Akses internet tersebut bukanlah akses internet umum, yang menggunakan jaringan seluler ponsel atau jaringan fix line. Untuk saat ini, sebanyak 10 unit perangkat internet satelit telah terpasang dan dapat digunakan di 10 lokasi, dan disebarkan sebagai Wi-Fi gratis dengan user ID BaktiKominfo.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.