Perluas Bisnis Ritel Offline, Alibaba Investasi Rp39 Triliun

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 20 Nov 2017 16:12 WIB
alibabae-commerce
Perluas Bisnis Ritel Offline, Alibaba Investasi Rp39 Triliun
Pendiri sekaligus CEO Alibaba, Jack Ma.

Metrotvnews.com: Kerajaan bisnis e-commerce milik Jack Ma, Alibaba, kembali merperluas jaringannya. Tidak hanya di ritel online tapi juga offline. Alibaba juga berinvestasi sebesar USD2,9 miliar atau Rp39 triliun untuk ritel offline.

Dikutip dari laporan CNBC bahwa angka inevstasi tersebut diinvestasikan oleh Alibaba pada saham milik sebuah perusahaan ritel offline terbesar di Tiongkok atau jaringan hypermarket bernama Sun Art Retail Group.

Sun Art Retail Group sendiri menjadi besar tidak terlepas dari investasi perusahaan lain, yakni perusahaan retail lain seperti Auchan dari Perancis dan Ruentex asal Taiwan.

Kedua perusahaan tersebut juga bergerak di bidang ritel kebutuhan sehari-hari. Artinya, Alibaba juga akan membeli kedua saham perusahaan tersebut yang ada di Sun Art Retail Group.

Dijelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan oleh Alibaba untuk membangunan sebuah big data dari kebiasaan konsumen di layanan ritel offline. Di Tiongkok ritel offline masih menguasai 85 persen transaksi.



Ketiga perusahaan yang beraliansi tadi juga memiliki target lain. Mereka ingin mewujudkan sebuah perusahaan ritel dibidang konsumsi atau makanan terbesar di Tiongkok dengan nilai USD500 miliar atau Rp6.763 triliun.

"Kehadiran toko fisik masih sangat dibutuhkan oleh konsumen apalagi mereka yang sedang melakukan perjalanan. Jadi tidak mungkin bisa digeser kehadirannya tapi ada banyak sekali data terkait konsumen yang bisa digali dan berguna bagi perekonomian digital," ungkap Chief Executive Officer Alibaba Daniel Zhang.



Meskipun dikenal sebagai e-commerce yang besar dan sukses di dunia Alibaba tidak terlepas dari dukungan layanan ritel offline yang mereka kuasai. Sejak 2015 Alibaba sudah sangat agresif  berinvestasi di bisnis brick-and-mortar atau toko ritel. Tercatat sudah ada USD9,3 miliar atau setara Rp125 triliun.

Di Tiongkok sendiri Sun Art Retail Group memiliki 450 pusat belanja yang tersebar di berbagai penjuru Tiongkok baik di bawah bendera Ruentex (RT-Mart) dan Auchan. Tidak hanya itu, beberapa pusat belanja tersebut juga sudah tidak lagi memperkerjakan manusia di dalamnya, alias self service customer.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.