Ada Aplikasi Android Menyamar Jadi Malware

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 19 Oct 2017 13:26 WIB
androidgooglecyber security
Ada Aplikasi Android Menyamar Jadi Malware
Android sebagai sistem operasi dengan jumlah pengguna terbesar di dunia ketimbang sistem operasi lain membuatnya menjadi target bagi serangan siber.

Metrotvnews.com: Pengguna perangkat Android diharapkan lebih hati-hati ketika mengunduh aplikasi meskipun berasal dari Google Play Store.

Perusahaan software keamanan Symantec kemarin (18/10/2017) menyebutkan bahwa ada aplikasi yang terindikasi bisa membuat perangkat dikendalikan orang lain.

Perangkat yang mengunduh aplikasi berbahaya tersebut akan memasukkan perangkat tersebut sebagai botnet, yakni perangkat atau sistem yang bisa dikendalikan oleh orang tidak bertanggung jawab dari jarak jauh.

Parahnya lagi, perangkat Anda bisa dikendalikan untuk menyerang perangkat atau sistem lain termasuk mencuri data pribadi Anda sendiri.

Dikutip dari Ars Technica, berdasarkan laporan yang ditulisan oleh salah satu ahli keamanan Symantec di blog perusahaan tersebut disebutkan ada 8 aplikasi yang terbukti merupakan malware dan bisa mengubah perangkat penggunanya menjadi botnet.

Kabar buruknya, sebelum laporan tersebut diterima dan dihapus oleh Google dari daftar aplikasi di Play Store ternyata 8 aplikasi berbahaya tersebut sudah diunduh oleh 600 ribu hingga 2,6 juta perangkat. Pihak Symantec melihat bahwa botnet tersebut menjadikan Amerika Serikat, Rusia, Ukraina, Brazil, dan Jerman sebagai targetnya.

Pihak Symantec menyebutkan salah satu aplikasi berbahaya yang bernama Assassins skin for Minecraft. Aplikasi ini ditujukan untuk pemain game Minecraft untuk mengubah tamplan karakter mereka dengan mudah. Game Minecraft sendiri bisa dimainkan di berbagai macam platform atau konsol.  

Berdasarkan data IGN, pada bulan Februari, lalu jumlah pemain aktif bulanan Minecraft sudah mencapai 55 juta. Kemudian pada pantauan di Google Play Store game tersebut sudah diunduh sebanyak 10 juta kali. Asumsikan saja bahwa jumlah pemain Minecraft di perangkat Android terancam perangkatnya terinfeksi menjadi botnet.

Pihak Symantec menyebutkan Google telah diberitahu dan menghapus 8 aplikasi tersebut. Diketahui bahwa pengendali dari malware botnet tersebut tidak hanya menggunakan satu nama developer sebagai samaran. 

Bagi Google, tentu saja ini pelajaran berharga, sebab aplikasi yang sudah ada di layanan mereka ternyata juga belum tentu aman. Pengguna Android tetap harus selektif ketika mngunduh aplikasi dari layanan resmi sekalipun seperti Google Play Store. 

Pada beberapa kesempatan ppihak Google mengklaim bahwa mereka merupakan distribution platform terbesar di dunia ketimbang milik sistem operasi lainnya seperti App Store milik iOS.

Ada lebih dari 1 juta aplikasi yang tersedia, Google menyebutkan bahwa jumlah pengguna sistem operasi Android sendiri sudah mencapai 2 miliar perangkat.


(MMI)

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar
CES 2018

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar

1 day Ago

Lenovo Smart Display menghadirkan layanan asisten digital Google Assistant dalam bentuk layar s…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.