AwanTunai Sediakan Wadah Pinjaman Mudah untuk UMKM

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 29 Nov 2017 14:44 WIB
startupfintech
AwanTunai Sediakan Wadah Pinjaman Mudah untuk UMKM
kiri-kanan: COO AwanTunai Windy Natriavi, CTO AwanTunai Rama Notowidigdo, dan CEO AwanTunai Dino Setiawan

Jakarta: Perekonomian di Indonesia sebagian besar ditopang oleh UMKM (Usaha Mikro,Kecil,dan Menengah). Rata-rata pelaku UMKM memulai bisnis mereka dari modal sendiri dan juga meminjam. Permasalan kebanyakan dari mereka mencari pinjaman dari sumber yang salah.

"Kebanyakan dari pelaku UMKM meminjam dana dari renternir. Mereka sebenarnya mau saja menerima pinjaman yang resmi misalnya dari lembaga perbankan atau institusi penyedia pinjaman tapi prosesnya selalu sulit," ungkap CEO AwanTunai Dino Setiawan.

Kehadiran AwanTunai menurut Dino adalah untuk menyediakan solusi atas kondisi tersebut. Dino mengaku tidak heran jika banyak masyarakat di Indonesia yang belum tersentuh layanan finansial atau perbankan. Berdasarkan data World Bank, 60 persen masyarakat Indonesia masih belum memiliki akses ke layanan perbankan.

"Di satu sisi, lembaga perbankan atau penyedia pinjaman juga belum bisa menyentuh mereka termasuk memvalidasi data. Makanya solusi financial technology (fintech) yang diciptakan AwanTunai. Lewat layanan digital semua proses bisa tercatat dan diproses lebih cepat," imbuh Dino.

AwanTunai hadirdalam bentuk aplikasi di smartphone yang menyediakan layanan peer to peer institution yakni memberikan pinjaman pada individu yang membutuhkan tanpa proses berbelit. AwanTunai membutuhkan foto diri, KTP, nomor HP dan waktu prosesnya diklaim hanya 15 menit untuk menerima persetujuan.

"Kami bukan peer to peer lending karena pemberi pinjaman bukan perorangan. Pemberi pinjaman adalah pihak perbankan dan penyedia layanan pinjaman atau kredit, jadi sumber dana jelas. Kita sudah terdaftar di OJK," tutur CTO AwanTunai Rama Notowidigdo.

Untuk saat ini AwanTunai menyediakan layanan pinjaman dengan limit maksimal Rp4 juta dengan beragam jangka tenor pinjaman. Usaha AwanTunai untuk lebih membumi adalah dengan menggandeng toko offline sehingga aplikasi pinjaman bisa lebih mudah dilakukan dan cepat.

"Limit Rp4 juta itu kita anggarkan karena melihat perangkat seperti smartphone fungsi dan perannya sangat penting. Kami melihat smartphone di harga tersebut sudah cukup mumpuni untuk UMKM berbisnis," jelas COO AwanTunai Windy Natriavi.

Windy tidak memungkiri jika ke depannya AwanTunai akan menambah mitra penyedia dana pinjaman sehingga AwanTunai beralih menjadi agregator penyedia beragam pilihan pinjaman. 


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.