200 Perusahaan Minta AS Pertahankan Netralitas Internet

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 28 Nov 2017 10:41 WIB
amerika serikatinternet
200 Perusahaan Minta AS Pertahankan Netralitas Internet
FCC ingin menghapus peraturan terkait netralitas internet. (CNET)

Jakarta: Lebih dari 200 perusahaan, termasuk AirBnb, Reddit dan Twitter, meminta Komisi Komunikasi Federal (FCC) mengkaji ulang rencananya untuk menghapuskan regulasi terkait netralitas internet. 

Dalam sebuah surat yang ditujukan pada Chairman FCC Ajit Pai, ratusan perusahaan itu meminta badan tersebut untuk menghentikan rencana mereka untuk menghapus sebagian besar regulasi yang dibuat pada era Presiden Obama yang mencegah penyedia layanan internet mengacaukan layanan internet pada masyarakat. 

Surat tersebut -- yang dirilis tepat pada Cyber Monday, ajang belanja online terbesar di Amerika Serikat -- menyampaikan bahwa memblokir konten di internet atau membuat koneksi internet menjadi lambat akan melukai ekonomi AS, seperti yang disebutkan oleh CNET. 

"Semakin lama, semakin banyak transaksi dagang yang terjadi di internet," tulis para perusahaan dalam surat tersebut. "Ini akan membuat usaha kecil dan menengah berada dalam posisi yang tidak menguntungkan dan membuat UKM inovatif tidak bisa bersaing."

Surat tersebut juga menyebutkan bahwa warga AS menghabiskan USD3,5 miliar (Rp47,3 triliun) pada Cyber Monday tahun lalu, naik 10 persen jika dibandingkan dengan hari yang sama pada tahun sebelumnya. 

Surat itu muncul satu minggu setelah Pai mengungkap rencana untuk menghapuskan regulasi pada 2015 yang meminta agar semua konten internet diberlakukan secara adil. Regulasi itu melarang penyedia internet "membatasi" trafik internet.

Peraturan-peraturan tersebut juga melarang para penyedia internet menawarkan "jalur khusus" untuk perusahaan yang bersedia membayar mereka agar bisa menjangkau konsumen mereka dengan lebih cepat. 

"Internet tanpa perlindungan netralitas internet akan menjadi kebalikan dari pasar terbuka, dengan beberapa perusahaan besar ponsel dan internet yang akan menentukan konten yang baik dan buruk dan bukannya konsumen sendiri," tulis surat tersebut. 

Sayangnya, FCC tidak berkomentar terkait surat ini. 


(MMI)