Analisis Sinyal Luar Angkasa Temukan Potensi Keberadaan Alien

Riandanu Madi Utomo    •    Rabu, 22 Nov 2017 22:13 WIB
antariksasains
Analisis Sinyal Luar Angkasa Temukan Potensi Keberadaan Alien
Ilmuwan analisa sinyal asing yang terakam dari luar angkasa

Jakarta: Hingga saat ini ilmuwan memang belum menemukan tanda-tanda adanya kehidupan lain selain di Bumi. Berbagai petunjuk yang ditemukan ilmuwan hingga saat ini belum ada yang terbukti dan semuanya masih berupa perkiraan dan asumsi.

Namun, bagaimana jika selama ini alien juga berusaha menghubungi kita dari planet yangs angat jauh?

Menurut Futurism, selama ini ada banyak sekali sinyal asing termasuk radiasi kosmik yang membombardir teleskop antariksa baik yang di Bumi maupun di luar angkasa. Mungkinkah di antaranya merupakan sinyal komunikasi dari makhluk hidpu lain yang belum kita pahami? 



Itulah yang dikerjakan oleh ilmuwan E.F. Borra dan E. Trottier. Dua ilmuwan asal Laval University Canada tersebut menganalisis data spektrum gelombang dari berbagai bintang yang membombardir teleskop antariksa, dan hasilnya cukup mengejutkan.

Dari sejumlah data spektrum dari 2,3 bintang yang dianalisa oleh dua ilmuwan tersebut, ada sejumlah spektrum dari 234 bintang yang memiliki pola unik. Dibandingkan dengan seluruh data yang dianalisis, jumlahnya memang sangat sedikit, tetapi spektrum tersebut memiliki kemungkinan tinggi sebagai sinyal asing.



Kedua ilmuwan itu mengelompokkan berbagai spektrum sinyal menjadi beberapa kategori. Namun, yang menjadi perhatian utama keduanya adalah spektrum dengan kategori F2 hingga K1.

Spektrum dengan kategori tersebut sangat dekat dengan berbagai spektrum di sistem tata surya kita yang hingga kini merupakan satu-satunya tata surya dengan makhluk hidup.

Tentu saja temuan ini masih merupakan kemungkinan dan belum bisa dibuktikan apakah spektrum sinyal tersebut merupakan bentuk komunikasi dari alien dari sistem tata surya lain.

Riset kedua ilmuwan ini masih berlanjut untuk menganalisis lebih jauh apakah spektrum sinyal tersebut terjadi secara alami atau merupakan buatan makhluk asing.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.