Beri Waktu 48 Jam, Kominfo Ancam Blokir WhatsApp

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 06 Nov 2017 14:55 WIB
kominfowhatsapp
Beri Waktu 48 Jam, Kominfo Ancam Blokir WhatsApp
Pihak Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) saat menggelar konferensi pers terkait konten negatif berupa GIF yang bisa diakses lewat aplikasi WhatsApp

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menantikan itikad baik WhatsApp terkait penghapusan konten negatif yang dari aplikasi pihak ketiga yang bisa diakses lewat WhatsApp. Jika tidak ditanggapi dengan serius, maka WhatsApp terancam diblokir.

Lewat konferensi pers yang digelar oleh Kementrian Kominfo pada kantor Kementrian Kominfo di Medan Merdeka Barat, Jakarta, hari ini (6/11/2017) Kominfo mengakui bahwa mereka sudah merespon aduan masyarakat terkait keresahan terserbut. Kominfo mengakui sudah mengirimkan surat peringatan 3 kali sejak kemarin hingga pagi ini.

"Kami sudah berkomunikasi dengan pihak Facebook di Amerika Serikat sebagai pemilik layanan WhatsApp karena perbedaan waktu jadi kami baru menerima panggilan pagi ini. Intinya, mereka berargumen bahwa konten negatif yang berbentuk GIF (Graphic Interchange Format) berasal dari pihak aplikasi ketiga atau third party app dengan model pengirman end to end, jadi mereka mengaku tidak bisa mengontrolnya," tutur Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan.

Meskipun begitu, Semuel mengaku akan tetap memaksa pihak Facebook sekaligus WhatsApp untuk tidak lepas tangan dan mengambil berbagai tindakan untuk menghentikan penyebaran serta akses ke konten negatif dari aplikasi pihak ketiga yakni penyedia konen GIF bernama Tenor.

"Pengiriman pesan WhatsApp memang terenkripsi, tapi kami meminta pihak WhatsApp sebagai layanan yang menyediakan akses ke penyedia konten GIF tersebut untuk bisa menindak setidaknya memfilter atau menapisnya. Kami menunggu tanggapan serta tindakan serius dari mereka hingga hari Rabu tanggal 8 November 2017. Jika tidak, WhatsApp akan kami Telegram-kan alias diblokir," jelas Semuel.

Semuel memaparkan, untuk saat ini pihaknya sudah melakukan tindakan berupa pemblokiran DNS (Domain Name System) akses layanan Tenor. Disebutkan ada 6 DNS akses layanan Tenor.

Juru bicara Facebook di Indonesia lewat pernyaatan resmi yang dibagikan menjelaskan bahwa WhatsApp tidak bisa memonitor konten GIF yang diunggah atau dibagikan oleh pengguna, karena seluruh percakapan sifatnya terenkripsi end to end alias tidak bisa diketahui selain penggunanya.

Mereka juga menyebutkan sulit untuk memonitornya karena GIF berasal dari pihak ketiga namun mereka berjanji untuk bersikap kooperatif dengan pihak Kementrian Kominfo. 


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.