AWS Ajak Startup Adopsi Pembelajaran Mesin

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 21 Sep 2018 08:24 WIB
amazonstartupcorporate
AWS Ajak Startup Adopsi Pembelajaran Mesin
Amazon Web Service mengajak startup dan perusahaan kecil untuk menggunakan layanan yang ditawarkannya.

Jakarta: Amazon Web Service mengajak perusahaan kecil atau perusahaan rintisan untuk memanfaatkan layanan cloud miliknya, karena dinilai memiliki sejumlah manfaat yang akan dapat membantu mereka fokus kepada penciptaan aplikasi dan layanan terbaik.

“Bila startup pakai AWS, mereka dapat akses ke engineering system. Sebagai penyedia cloud computing terbesar di dunia, AWS paling kuat dibandingkan yang lain,” kata Managing Director AWS untuk ASEAN Nick Walton.

Tidak hanya sistem teknisi, Amazon Web Service turut menawarkan paket layanan dan mentoring teknis bagi startup terkait dengan keamanan platform, pengembangan startup dan praktik terbaik yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan kecil dan rintisan.

Paket layanan yang ditawarkan Amazon termasuk layanan terkait komputasi, ruang penyimpanan, jaringan, database, analisis, kecerdasan buatan (AI), IoT, mobile dan alat untuk pengembang. Layanan yang ditawarkannya ini juga diklaim akan membantu startup dalam hal efisiensi biaya dan mengelola sumber daya.

Amazon turut menyebut bahwa perusahaannya mengubah cara mereka berinvestasi dengan meluncurkan produk yang lebih terfokus dalam membangun infrastruktur, dan bukan sekadar mementingkan kualitas. Hal ini menjadi bentuk dukungan Amazon agar startup dapat terfokus pada pengembangan bisnisnya.

Amazon juga menyebut bahwa layanannya juga dibekali dengan dukungan teknologi Machine Learning atau pembelajaran mesin. Teknologi ini memungkinkan startup mempelajari berbagai faktor di masa lalu sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi di masa depan.

Teknologi pembelajaran mesin juga dinilai menjadi salah satu faktor penting terkait dengan keamanan digital, sebab memiliki kemampuan mempelajari pola serangan di masa lalu sehingga mampu menyusun strategi perlindungan untuk startup dengan lebih mudah.

Karenanya, pada AWS Startup Day Jakarta 2018, Amazon mengusung tema Machine Learning. Pemilihan tema ini diakui Amazon selaras dengan tujuannya untuk membangun masa depan menjadi lebih baik.

Pemilihan fokus di industri atas dasar penilaian industri telah dapat diganggu dan mengubah kehidupan masyarakat.

Amazon turut menyebut bahwa layanannya di Indonesia saat ini telah digunakan oleh sejumlah perusahaan digital dari berbagai bidang, termasuk Tokopedia, Traveloka, Go-Jek, Moka, Halodoc, dan Grab.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.