Telkomsel Perluas Program Next Dev, On the Mission

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 19 Jul 2018 17:48 WIB
telkomsel
Telkomsel Perluas Program Next Dev, On the Mission
Telkomsel mengumumkan program The Next Dev on The Mission.

Jakarta: Telkomsel mengumumkan program baru yang merupakan pengembangan dari program kompetisi startup dan pengembang The Next Dev, bertajuk The Next Dev on The Mission.

"Di Indonesia, banyak programer berbakat dan punya potensi. Tapi sayangnya penyebarannya ga merata dan didominasi oleh pulau jawa, karena fasilitas yang lebih mudah diakses dan lebih mendukung. Jadi dengan program ini, kita ingin dorong startup di Indonesia timur," ujar General Manager External Corporate Communication Telkomsel Denny Abidin.

Berbeda dengan The Next Dev, program The Next Dev on The Mission bukanlah merupakan kompetisi, melainkan medium untuk melatih dan mengedukasi anak muda yang tertarik dengan ranah programing, guna menemukan solusi dari masalah di sekitar mereka.

Berdasarkan riset yang dilakukan Telkomsel, Kupang dan Ambon menjadi kota di wilayah Indonesia Timur dengan jumlah anak muda berbakat cukup banyak. Kedua kota tersebut menjadi dua kota pertama pada program pelatihan programing intensif selama satu bulan.

Program The Next Dev on The Mission di Kupang diselenggarakan Telkomsel pada kuartal ketiga tahun 2018 ini. Di Kupang, jelas Chief Manager Next Dev Steve Saerang, program ini sudah dilaksanakan sejak awal bulan Juli ini dan akan berlangsung hingga akhir bulan Juli.

Sedangkan untuk kota Ambon, program ini akan dilaksanakan pada kuartal empat tahun 2018. Pada penyelenggaraan The Next Dev on The Mission di Kupang, Steve juga menyebut menghimpun sebanyak 100 pendaftar, dan menargetkan untuk menghasilkan sebanyak 30 produk digital.

Target serupa juga dicanangkan untuk pelaksanaan program di kota Ambon mendatang. Telkomsel mengaku perannya dalam program CSR perusahaannya ini sebagai penyedia infrastruktur, dan menggandeng Binar Academy sebagai mentor peserta.

Bukan sebagai kompetisi, Telkomsel juga menyebut program ini hanya akan diselenggarakannya hanya dari tahap pelatihan hingga produk digital dapat digunakan. Program ini tidak akan menjembatani peserta dengan investor atau hingga tahap pendanaan.

Melalui program ini, Telkomsel berharap produk yang dihasilkan akan mampu membantu menyelesaikan permasalahan yang ingin diselesaikan oleh para pengembang lokal di daerah masing-masing, serta menjadi lebih independen dan membuka lapangan kerja, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat di sekitarnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.