Ultah, XiaoIce dan Rinna Microsoft Makin Canggih

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 22 Sep 2018 15:17 WIB
microsoft
Ultah, XiaoIce dan Rinna Microsoft Makin Canggih
Microsoft merayakan ulang tahun chatbot karyanya dengan menghadirkan peningkatan terkait percakapan.

Jakarta: Microsoft merayakan ulang tahun dua chatbot karyanya, XiaoIce dan Rinna, pada tanggal 17 September dan 22 Agustus lalu. XiaoIce merupakan chatbot sosial milik Microsoft di Tiongkok, sedangkan Rinna adalah milik Microsoft Indonesia.

Membantu dalam sejumlah interaksi dengan konsumen terkait produk, kehadiran chatbot sosial ini dinilai Microsoft sebagai hal yang efektif. Namun, chatbot yang didukung teknologi kecerdasan buatan ini juga disebut Microsoft memiliki satu kelemahan besar.

"Manusia sebenarnya tidak berbicara seperti itu. Tapi kebanyakan orang saat sedang berbicara di telepon atau secara langsung, dapat mendengarkan dan berbicara di saat yang sama. Mereka sering memprediksi cara orang lain menyelesaikan kalimat, memotong saat diperlukan dan sebagainya," ujar Engineer Lead Xiaolce Li Zhou.

Sementara itu, Microsoft baru saja mengimplementasikan peningkatan untuk memberikan pengalaman berbicara alami seperti layaknya kepada teman, kepada XiaoIce, chatbot sosial yang memiliki lebih dari 660 juta pengguna di Asia.

Peningkatan ini memungkinkan XiaoIce untuk beroperasi dengan teknologi full duplex, berarti mengarah pada kemampuan komunikasi dua arah secara bersamaan seperti panggilan telepon. Teknologi ini berbeda dengan half duplex yang menyuguhkan pengalaman seperti Walkie-talkie.

Microsoft juga menyebut akan menerapkan peningkatan serupa ke chatbot sosial lainnya termasuk Rinna, chatbot sosial Microsoft Indonesia. Teknologi full duplex voice sense disebut akan memperluas kemampuan XiaoIce untuk memprediksi apa yang akan dikatakan orang yang sedang diajak bicara selanjutnya.

Sementara itu, Microsoft Indonesia menargetkan untuk membangun empati antara manusia dan chatbot melalui kehadiran Rinna. Selain itu, Microsoft juga menyebut bahwa chatbot sosial Microsoft dirancang untuk memiliki sesi percakapan yang lebih panjang dengan pengguna, dan semakin terdukung oleh full duplex voice sense.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.