Lowongan Pekerjaan Huawei untuk Rencana Besar di AS

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 27 Sep 2018 10:04 WIB
huawei
Lowongan Pekerjaan Huawei untuk Rencana Besar di AS
Huawei mengunggah lebih dari 200 lowongan pekerjaan baru di Amerika Serikat, mengindikasikan rencana besarnya.

Jakarta: Sejak gagal mencapai kesepakatan dengan AT&T pada awal tahun ini, Huawei menghadapi sejumlah masalah dengan pemerintah Amerika Serikat yang menuduhnya sebagai mata-mata dan pencuri rahasia perdagangan.

Menghadapi permasalahan ini, Huawei masih berupaya meningkatkan eksistensinya di pasar Amerika Serikat, dikutip dari Phone Arena. Saat ini, produsen smartphone nomor dua di dunia itu memiliki sekitar 1.200 pegawai di negara yang dipimpin Presiden Trump tersebut.

Selama satu bulan terakhir, Huawei secara drastis meningkatkan fokusnya di pasar Amerika Serikat dengan mengunggah sebanyak lebih dari 200 lowongan pekerjaan baru, mencakup sejumlah kategori berbeda seperti Sales Account Manager, Software Engineer dan OS Architect.

Huawei belum mengumumkan alasan di balik keputusannya untuk mempekerjakan 200 pegawai tambahan di negara tersebut. Namun, lowongan pekerjaan ini diperkirakan menjadi upaya kedua Huawei dalam memasuki pasar Amerika Serikat pada tahun mendatang dengan bantuan operator seluler.

Sebelumnya, Huawei telah mencoba bekerja sama dengan operator seluler pada bulan Januari 2018 lalu. Kesiapannya menghadirkan ponsel lipat dan jaringan 5G, perusahaan asal Tiongkok ini diperkirakan akan kembali mencoba peruntungannya saat produk terbarunya tersebut resmi meluncur.

Ketersediaan lowongan pekerjaan di bidang teknisi software dan arsitek sistem operasi juga mengindikasikan bahwa Huawei masih memiliki rencana besar untuk pasar Amerika Serikat.

Konsumen di negara tersebut dinilai memiliki kebutuhan dan preferensi berbeda terkait dengan software mobile, jika dibandingkan dengan konsumen di wilayah Asia.

Karenanya, antarmuka pengguna karya Huawei, EMUI, diperkirakan akan mengalami modifikasi besar, belum termasuk dengan perubahan yang mungkin diterapkan oleh pemerintah.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.