Tim Cook: Apple Tidak Kejar Untung di Apple Music

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 08 Aug 2018 14:05 WIB
apple
Tim Cook: Apple Tidak Kejar Untung di Apple Music
Tim Cook menyebut bahwa APple tidak mencari keuntungan dari Apple Music.

Jakarta: Apple Music baru-baru ini mengalahkan Spotify dan memimpin di ranah persaingan layanan streaming, terkait jumlah pelanggan berbayar di Amerika Serikat. CEO Apple Tim Cook mengaku khawatir industri musik streaming terlalu dikuasai komputer.

Cook menyebut bahwa Apple mengkhawatirkan manusia akan kehabisan musik, menjadi sekadar nada dan ketukan, dari karya seni dan kerajinan karya penciptanya.

Komentar Cook ini ditujukan pada Spotify, yang mulai mengubah kurasi manusia untuk playlist, dan menggandeng mantan kurator R&B Apple Carl Chery.

Persaingan antara Apple dan Spotify kian memanas, dan perbedaan utama antara kedua perusahaan tersebut adalah Apple Music merupakan bagian dari perusahaan besar yang menghasilkan miliaran dollar AS per kuartal, sedangkan Spotify masih belum memperoleh keuntungan pada kuartal yang dijalaninya.

Hal ini menjadi alasan Tim Cook dapat dengan lugas menyebut bahwa Apple tidak mencari keuntungan dari Apple Music, meski merupakan bagian dari bisnis layanan Apple yang menjadi fokus utama perusahaan raksasa teknologi tersebut.

Apple berharap dapat mencapai keuntungan pada bisnis layanannya sebesar USD50 miliar (Rp721,9 triliun) pada tahun 2021, meningkat dari pencapaiannya pada tahun 2017 lalu, yaitu sebesar USD30 miliar (Rp433,1 triliun).

Apple jelas memiliki keuntungan besar berkenaan dengan distribusi sebab aplikasi Apple Music tersedia untuk perangkat iOS dan Android, serta HomePod. Sedangkan Spotify tersedia di perangkat bersistem operasi Android dan iOS, lini speaker cerdas Amazon Echo dan Google Home.

Namun menurut rumor yang beredar, Spotify tengah mengembangkan speaker cerdas karyanya, meski informasi tersebut masih belum mendapatkan konfirmasi. Sebagai informasi, Apple Music dan Spotify membebankan biaya berlangganan yang sama kepada pengguna.

Biaya tersebut sebesar USD9,99 (Rp144.198) untuk akun individual, USD14,99 (Rp216,369) untuk akun keluarga hingga lima anggota, dan USD4,99 (Rp72.027) untuk akun pelajar. Sementara itu, data terbaru menampilkan bahwa Spotify memiliki 160 juta pelanggan global, dengan 70 juta pelanggan berbayar pada layanan premium.

Sementara itu, Apple Music memiliki sekitar 45 juta pelanggan berbayar. Terdapat berbedaan antara keduanya, Spotify menawarkan layanan bebas iklan yang tidak didukung sejumlah fitur yang ditawarkan pada layanan premium, seperti unduh gratis, dan skip tanpa batas.

Selain itu, Spotify juga menawarkan kemampuan untuk memainkan lagu apapun serta ciptakan playlist khusus. Apple Music menawarkan masa percobaan selama tiga bulan, yang tidak dimiliki Spotify.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.