Apple Bantah iPhone Sadap Pembicaraan Pengguna

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 09 Aug 2018 15:15 WIB
appleiphone
Apple Bantah iPhone Sadap Pembicaraan Pengguna
Apple ungkap iPhone tak dengarkan pembicaraan penggunanya. (AFP PHOTO / Philippe HUGUEN)

Jakarta: Sejak lama, muncul pertanyaan apakah smartphone dan smart speaker mendengarkan pembicaraan penggunanya bahkan ketika tidak digunakan. Apple mengatakan tidak.

Dalam sebuah surat pada regulator, Apple menyebutkan bahwa iPhone tidak mendengarkan apa yang pengguna ucapkan dan developer aplikasi tidak memiliki akses pada data audio.


"iPhone tidak mendengarkan perkataan konsumen kecuali kalimat pemicu 'Hey Siri'," kata Timothy Powderly, Director of Federal Government Affairs, seperti yang dikutip dari Money CNN.

"Pelanggan kami bukanlah produk kami dan bisnis model kami tidak menggantungkan diri pada jumlah data pribadi pengguna yang bisa kami berikan pada para pengiklan."

Apple mengeluarkan pernyataan ini sebagai jawaban atas pertanyaan dari Komite Energi dan Perdangan, yang mengirimkan surat pada CEO Apple Tim Cook. Komite itu juga mengirimkan surat pada CEO dan co-founder perusahaan induk Google, Alphabet, Larry Page.

Dalam surat itu, komite menanyakan bagaimana smartphone mengumpulkan data lokasi pengguna smartphone dari BTS, Bluetooth dan Wi-Fi. Selain itu, mereka juga menanyakan tentang pengumpulan data oleh developer pihak ketiga dan bagaimana Apple dan Google mengatur hal tersebut.

Dalam surat jawabannya, Apple menjelaskan bahwa iPhone menampilkan tanda visual ketika Siri tengah mendengarkan permintaan penggunanya. Mereka juga meminta para developer untuk memberikan indikator visual ketika aplikasi mereka mengumpulkan audio via mikrofon.

Para pengguna harus memberikan akses pada mikrofon secara eksplisit sebelum developer bisa mengumpulkan data audio. Pengguna bisa berhenti memberikan akses pada audio via Settings.

"Kami percaya, privasi adalah hak dasar manusia dan mendesain produk dan layanan kami untuk meminimalisir pengumpulan data pengguna," kata Powderly.

Facebook, yang juga dituduh mengumpulkan data audio, mengatakan bahwa mereka tidak mengumpulkan data audio dan foto dari pengguna tanpa izin.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.