BBM: Chatbot Jadi Tren 2017

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 11 Jan 2017 18:17 WIB
blackberry messenger
BBM: Chatbot Jadi Tren 2017
BBM baru saja membuka API chatbot mereka. (ANTARA FOTO / Zabur Karuru)

Metrotvnews.com: Chatbot akan menjadi tren pada 2017, menurut CEO BBM, Matthew Talbot. Tertanam di aplikasi pengirim pesan, Matthew percaya chatbot akan menjadi pendorong kemajuan teknologi tahun ini.

Chatbot adalah program yang dapat ditanam dalam aplikasi messaging dan berinteraksi dengan pengguna seolah dia sedang mengobrol dengan manusia. Menurut Matthew, alasan mengapa chatbot akan jadi tren baru karena waktu yang dihabiskan pengguna di aplikasi pesan sangat besar.

Selain itu, kini berbagai perusahaan tidak lagi fokus untuk membuat aplikasinya sendiri, karena membuat dan memelihara aplikasi ternyata memakan biaya yang tidak kecil sementara pendapatan yang didapat tidak besar.

Tidak hanya itu, di negara berkembang seperti Indonesia, pengguna smartphone enggan mengunduh terlalu banyak aplikasi karena keterbasan memori ponsel.

Karena itulah, BBM memutuskan untuk meluncurkan API chatbot pada awal tahun ini. 

Ada beberapa alasan mengapa Matthew menyebut aplikasi pengirim pesan sebagai aplikasi "pembunuh". Salah satunya adalah karena ia memiliki tingkat penggunaan dan retensi tinggi, karena ia memang bisa digunakan hampir di berbagai kondisi.

Alasan lainnya adalah karena aplikasi messaging dapat memberikan informasi demografis pengguna untuk merek, pengiklan atau penerbit konten. Dengan begitu, mereka bisa tahu sedikit informasi tentang pelanggan atau calon pelanggan mereka.

Matthew juga percaya, aplikasi pesan bisa berubah menjadi platform mobile commerce besar dan mengalahkan platform e-commerce konvensional. Aplikasi pesan juga cocok untuk komunikasi atau menyediakan konten, terutama karena ia bisa bermitra dengan berbagai perusahaan layanan/penyedia konten.

Chatbot dipercaya akan mengubah cara konsumen berinteraksi dengan perusahaan. Chatbot juga bisa digunakan dalam berbagai industri. Salah satunya e-commerce. Contoh penggunaan chatbot di industri e-commerce adalah ShopBot milik eBay.

Bot ini dapat membantu pengguna mencari produk yang ingin merka beli via foto atau teks, baik dengan diketik atau perintah suara. Bot itu juga akan memberikan beberapa pertanyaan untuk menyaring hasil pencarian. Di sini, ia akan berfungsi layaknya asisten pribadi.

Chatbot juga digunakan dalam industri perbankan. Seperti bank Afrika Selatan, Absa, yang sudah menggunakan chatbot untuk melakukan transaksi perbankan sederhana. 

"Saya yakin kita akan melihat lebih banyak chatbot yang menyediakan layanan pelanggan otomatis untuk perbankan dan layanan lembaga keuangan lain," ujar Matthew.

Saat ini, chatbot masih digunakan untuk melakukan kegiatan sederhana. Namun, seiring dengan waktu, chatbot akan berkembang berkat pembelajaran mesin. Semakin sering chatbot berinteraksi dengan manusia, semakin baik pula performanya.

Meski jika tidak hati-hati, sebuah chatbot bisa mengeluarkan kata-kata tidak pantas, seperti yang terjadi pada chatbot Tay buatan Microsoft.

"Kami sedang berupaya menjadikan BBM pusat kehidupan digital. Sebagai aplikasi tempat Anda untuk chatting, game, berita, hiburan, belanja travel, melakukan pembayaran dan lain sebagainya," ujar Matthew.

Hal ini sesuai dengan visi Emtek untuk menjadikan BBM sebagai aplikasi super setelah melakukan akuisisi pada bulan Juni tahun lalu. 


(MMI)

Video /