Buatkontrak.com Ingin Bantu UKM Dapatkan Payung Hukum

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 09 Feb 2017 18:17 WIB
teknologistartup
Buatkontrak.com Ingin Bantu UKM Dapatkan Payung Hukum
Acara buatkontrak yang diadakan Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM.

Metrotvnews.com, Jakarta: Urusan hukum bukan prioritas utama UKM, kata Prakoso Budi Susetyo, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. 

Dalam acara yang digelar oleh Buatkontrak.com di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM, dia menjelaskan, UKM biasanya masih menggantukan diri pada hubungan baik dan bukannya kontrak. Mereka justru curiga atau segan untuk membuat kontrak.

Keengganan UKM untuk melindungi bisnisnya dengan kontrak membuat mereka cenderung menerima begitu saja kontrak yang ditawarkan oleh lawan bisnisnya. Hal inilah yang menyebabkan UKM merugi atau bahkan terhenti di tengah jalan. 

Inilah yang mendasari dibentuknya Buatkontrak.com, yang ingin memudahkan UKM membuat payung hukum untuk usahanya. Selain mudah, Buatkontrak juga ingin membantu UKM dapat mengakses pengacara dengan harga yang lebih murah.

Andy Zain, Managing Director Kejora Ventures mengatakan, perselisihan antara pendiri atau founder adalah penyebab kegagalan startup yang ketiga. Biasanya, para pendiri bertengkar karena kewajiban dan batasan tanggung jawab masing-masing dari mereka tidak diatur dengan jelas dalam kontrak. Andy juga mengaku, alasan startup enggan untuk menggunakan jasa pengacara adalah karena biayanya yang tidak murah.

Ari Juliano Gema, Deputi Hak Atas Kekayaan Intelektual dan Regulasi Bekraf mengaku kagum karena Buatkontrak berhasil menawarkan harga yang sangat terjangkau meski tetap mempekerjakan pengacara profesional. Pengacara buatkontrak akan menyelesaikan kontrak pesanan selama 7 hari kalender, paling lama.

Sejak berdiri kurang dari 10 bulan lalu, Buatkontrak telah membantu ratusan UKM. Rieke Caroline, pendiri Buatkontrak, mengaku kaget dengan banyaknya permintaan yang masuk, sebagian besar, kontrak yang diminta adalah kontrak elektronik berupa Terms & Condition untuk aplikasi buatan pelanggan. Meskipun begitu, Syarat & Ketentuan bukanlah satu-satunya kontrak yang dibuat oleh Buatkontrak.

"Mulai dari kontrak jasa cuci AC, kontrak kerja karyawan untuk salonnya, kontrak sewa kos-kosan," ujarnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.