Facebook Janji Perangi Berita Palsu

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 11 Nov 2016 15:48 WIB
facebook
Facebook Janji Perangi Berita Palsu
Facebook berjanji akan memerangi pemberitaan palsu yang menjadi permasalahan pada halaman Newsfeed.

Metrotvnews.com: Facebook mengumumkan akan memerangi pendistribusian pemberitaan palsu. Keputusan ini diumumkan VP Product Management Facebook, Adam Mosseri, setelah beredarnya sejumlah berita palsu terkait pemilihan presiden Amerika Serikat di minggu ini, yang dimenangkan oleh Donald Trump.

Mosseri menyebut, Facebook telah menyadari permasalahan terkait pemberitaan palsu tersebut, dan akan menindaklanjuti kesalahanan informasi pada jejaring sosialnya dengan lebih serius, Mosseri juga menambahkan, bahwa Facebook menghargai komunikasi otentik dan mendengarkan permintaan pengguna yang tidak menginginkan adanya informasi yang salah tersebut.

Facebook tidak mengakui perusahaannya sebagai organisasi pemberitaan, namun klaim tersebut berbeda dari hasil temuan Pew Research Center yang diumumkan pada bulan Mei lalu.

Hasil temuan tersebut mengungkap sekitar 62 persen pengguna dewasa di Amerika Serikat menemukan berita melalui media sosial, Dan Facebook dinilai memiliki peran besar dalam hal tersebut.

Sementara itu, BuzzFeed News melaporkan, sekelompok remaja di Macedonia menemukan cara untuk mengubah algoritma Facebook Newsfeed. Kelompok remaja ini memperoleh keuntungan hingga USD5.000 per bulan dengan mengedar berita palsu pendukung Trump pada situs jejaring sosial ini.

Sejumlah berita palsu tersebut di antaranya berjudul "Breaking: Proof Surfaces that Obama was born in Kenya - Trump was right all along", dan "Oprah Tells FOX News Host 'Some White People Have To Die'". Pemberitaan palsu ini juga mengindikasikan permasalahan lain yang disebut sebagai "filter gelembung".

Permasalahan ini disebabkan oleh pemberitaan di Facebook dan media sosial lain, yang sering kali dikonsumsi secara sepihak oleh pengguna, berdasarkan kesamaan pendapat antara pengguna dan sumber berita.

Sayangnya, Facebook tidak menjelaskan cara yang akan ditempuhnya untuk menangani pemberitaan palsu atau filter gelembung pada situsnya.


(MMI)

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018
CES 2018

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018

2 days Ago

Lenovo perkenalkan keluarga baru ThinkPad X1 yang terdiri dari tiga jenis perangkat sekaligus d…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.