Ini PC Mungil Pertama yang Adopsi Snapdragon 820

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 13 Feb 2017 19:38 WIB
qualcomm
Ini PC Mungil Pertama yang Adopsi Snapdragon 820
Dragon Board merupakan motherboard yang ditenagai oleh Snapdragon 820

Metrotvnews.com: Tren teknologi komputasi memang sedang mengalami pergerakan besar. Selain sudah tidak berlakunya kembali Moore's Law karena semakin sulitnya memproduksi prosesor dengan arsitektur transistor yang semakin kecil, sebuah tren baru juga muncul dan siap menggantikan prosesor berbagai perangkat komputasi yang ada saat ini. Tren tersebut melibatkan prosesor ARM yang hemat daya.

Qualcomm yang merupakan salah satu produsen prosesor ARM kini juga ikut mengembangkan perangkat komputasi khusus selain ponsel dan tablet menggunakan prosesor Snapdragon.

Menurut WCCFTech, Qualcomm baru-baru ini memperkenalkan sebuah motherboard yang ditenagai oleh prosesor Snapdragon 820. Motherboard yang konfigurasinya mirip dengan DIY PC ini dikatakan bisa menjalankan berbagai sistem operasi, mulai dari Android, Linux, hingga Windows 10 IoT core.

Motherboard tersebut kini telah masuk dalam daftar di situs retai Arrow Electronics. Motherboard yang bernama DragonBoard ini juga dikatakan akan menjadi pesaing bagi Raspberry Pi mengingat fiturnya sangat mirip. Ia hadir dengan penyimpanan internal 32GB, memori LPDDR4 3GB, WiFi, port USB 3.0, Bluetooth 4.0, dan tentu saja GPU Adreno 540.



Meski demikian, DrogonBoard belum bisa digunakan untuk kebutuhan komputasi sekelas PC. DragonBoard akan digunakan di berbagai perangkat IoT, serta perangkat lain yang membutuhkan kemampuan komputasi seperti halnya drone.

Prosesor Snapdragon 820 sendiri mampu mendukung penggunaan kamera hingga 28MP dan bisa memutar video 4K dengan framerate 30fps.

Meningkatnya permintaan terhadap perangkat IoT akhir-akhir ini bisa menjadi pendorong berkembangnya penggunaan Dragon Board di berbagai bidang.

Perilisan Dragon Board kali ini merupakan strategi yang tepat untuk memperkenalkan kemampuan Qualcomm dalam membuat motherboard untuk perangkat IoT ke berbagai pihak, termasuk produsen perangkat IoT.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.