Luksemburg Legalkan Operasi Penambangan di Luar Angkasa

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 14 Nov 2016 10:57 WIB
antariksa
Luksemburg Legalkan Operasi Penambangan di Luar Angkasa
Penambangan luar angkasa kini menjadi legal di Luksemburg

Metrotvnews.com: Pemerintah Luksemburg baru saja dilaporkan telah menerapkan aturan baru untuk kegiatan penambangan di luar angkasa.

Menurut IB Times, aturan baru tersebut dibuat untuk melegalisasi operasi penambangan objek luar angkasa. Aturan tersebut juga dibuat berdasarkan perjanjian internasional mengenai kepemilikan objek luar angkasa.

"Aturan baru ini dibuat berdasarkan perjanjian internasional mengenai kepemilikan objek dan sumber daya yang ada di luar angkasa. Aturan ini juga tidak akan melanggar wilayah yang ditetapkan oleh perjanjian tersebut," ujar Menteri Ekonomi Luksemburg, Etienne Schneider.

Menurut aturan tersebut, perusahaan swasta diperbolehkan melakukan operasi penambangan di luar angkasa dan mengambil sumber dayanya sesuai dengan hukum internasional yang berlaku. Hukum internasional sendiri mengatakan objek luar angkasa merupakan teritori internasional dan tidak mengikat pada satu negara.

Aturan baru Luksemburg kali in menambahkan berbagai hak dan batasan tertentu jika sebuah organisasi atau perusahaan ingin melakukan eksplorasi dan memanfaatkan sumber daya luar angkasa. Dengan kata lain, perusahaan swasta kini bisa memanfaatkan sumber daya yang ada dil luar angkasa melalui aturan baru yang ditetapkan oleh pemerintah Luksemburg.

Dengan diterapkannya aturan baru ini, Luksemburg juga menjadi negara pertama yang melegalkan operasi penambangan di luar angkasa. Schneider juga menambahkan aturan baru ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah Luksemburg untuk menjadi salah satu pusat eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya luar angaksa di Eropa.


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

5 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /