Grup Hacker Rusia Bisa Curi Data via WiFi Hotel?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 12 Aug 2017 15:06 WIB
cyber security
Grup Hacker Rusia Bisa Curi Data via WiFi Hotel?
Ilustrasi. (Jeff Wasserman / Alamy)

Metrotvnews.com: Orang-orang yang sering berpergian biasanya enggan untuk menggunakan WiFi hotspot publik. Menurut situs keamanan jaringan, FireEye, kekhawatiran itu masuk akal. 

Tim keamanan FireEye menemukan beberapa dokumen dengan malware dalam beberapa email yang dikirimkan pada "beberapa perusahaan yang bekerja di industri perhotelan, termasuk hotel-hotel di setidaknya 7 negara Eropa dan 1 negara Timur Tengah pada awal Juli", lapor Engadget.

Dokumen ini mengandung sebuah macro yang akan memasangkan malware GAMEFISH, yang biasanya dikaitkan dengan grup peretas asal Rusia yang memiliki motivasi politik bernama APT28 atau FancyBear. Grup ini diduga sebagai dalang di balik penyerangan Komite Nasional Demokrat sebelum pemilu presiden Amerika Serikat pada tahun lalu. 

Setelah malware GAMEFISH terpasang, dikabarkan, grup peretas ini akan menggunakan EternalBlue, yang didapatkan dari Badan Keamanan Nasional AS (NSA). Menurut FireEye, eksploitasi EternalBlue memungkinkan hacker untuk mengakses semua komputer yang terhubung ke WiFi hotel dan diam-diam mengumpulkan username dan password bahkan jika korban tidak pernah mengetikkan kredensial mereka. 

"Ini teknik baru," ujar Ben Read dari FireEye pada Wired. "Ini adalah cara yang jauh lebih pasif untuk mengumpulkan data orang-orang. Anda cukup duduk dan Anda bisa menyadap informasi dari trafik WiFi."

Grup keamanan ini memperingatkan para wisatawan akan ancaman ini ketika mengunjungi hotel di negara lain, meski WiFi yang tidak aman biasanya tidak hanya ada di hotel. "Jaringan WiFi yang bisa diakses publik memiliki risiko yang cukup tinggi dan harus dihindari," tulis Ben Read dan Lindsay Smith.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.