Apple Beli Layanan Pengembang Aplikasi Buddybuild

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 03 Jan 2018 14:07 WIB
apple
Apple Beli Layanan Pengembang Aplikasi Buddybuild
Apple mengakuisisi startup guna mempermudah pengembang dalam menciptakan aplikasi untuk platformnya.

Jakarta: Apple mengakuisisi Buddybuild, startup alat aplikasi asal Vancouver, Kanada. Akuisisi merupakan upaya lanjutan Apple dalam menghadirkan kemudahan pengembang dalam menciptakan melakukan iterasi.

Buddybuild menggambarkan perusahaannya sebagai platform iterasi mobile yang terfokus pada integrasi berkelanjutan dan alat identifikasi error. Dasarnya untuk memberikan tim pengembang aplikasi alur kerja sederhana untuk melakukan iterasi dan mendorong aplikasi ke pasar melalui GitHub, BitBucket, atau GitLab.

Apple mengonfirmasi akuisisi tersebut secara langsung kepada TechCrunch, didukung oleh unggahan Buddybuild pada blog resminya. Namun, keduanya masih enggan berbagi informasi terkait nilai akuisisi tersebut.

Apple hanya mengungkap bahwa tim Buddybuild akan tetap berbasis di Vancouver, mendukung ungkapan startup yang berbangga diri menjadi perusahaan asal Kanada. Sebagai bagian dari akuisisi, Buddybuild akan turut menangani Xcode, rangkaian alat pengembangan Apple untuk iOS, macOS, watchOS dan tvOS, meski belum tersedia informasi terkait dimulainya proses tersebut.

Sementara itu, layanan Buddybuild akan tetap tersedia untuk pelanggan yang telah bergabung sebagai produk mandiri melalui situs perusahaan. Pelanggan baru tidak lagi dapat bergabung melalui situs tersebut mulai 2 Januari waktu setempat.

Kesepakatan tersebut juga secara efektif mengakhiri pengembangan aplikasi Android yang dihadirkan Buddybuild pada Februari tahun lalu. Aspek layanan tersebut akan secara resmi berakhir pada bulan Maret mendatang.

Apple juga menghentikan kompatibility Android saat mengakuisisi TestFlight, dan secara efektif menghapus alat pengembangan utama dari ekosistem Google tersebut.

Sistem karya Buddybuild diperkirakan akan sesuai dengan rangkaian alat milik Apple, menghadirkan metode pengujian tambahan melalui saluran yang tepat.

Sebagai informasi, Buddybuild didirikan pada tahun 2015, oleh mantan pegawai Amazon yaitu Dennis Pilarinos dan Christopher Stott.

Setelah tiga tahun berdiri, startup ini berhasil memperoleh pendanaan sebesar USD8,8 juta (Rp125,7 miliar), termasuk pendanaan Seri A sebesar USD7,6 juta (Rp108,6 miliar) yang dipimpin oleh Kleiner Perkins Caufiled pada Mei 2016.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.