MWC 2018

Samsung Ubah Fokus, Jadi yang Pertama tak Lagi Penting

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 28 Feb 2018 11:48 WIB
samsungmwc 2018
Samsung Ubah Fokus, Jadi yang Pertama tak Lagi Penting
Samsung mengubah fokusnya dan tidak lagi tertarik untuk menjadi yang pertama terkait dengan peluncuran inovasi.

Jakarta: CEO Samsung Mobile DJ Koh menyebut bahwa perusahaan akan mengubah fokus dan strateginya untuk tahun 2018 dan tahun-tahun mendatang. Koh menyebut, Samsung tidak lagi memedulikan klaim sebagai yang pertama dalam menghadirkan teknologi baru di pasar.

Samsung mengaku akan mengimplementasikan fitur dan teknologi yang dinilainya berarti dan layak untuk menghadirkan layanan terbaik bagi pengguna. Mereka ingin memberikan pengalaman yang lebih stabil di setiap produk baru mereka meski itu berarti menghilangkan fitur canggih yang mungkin tidak terlalu bermanfaat untuk pengguna.

"Sebelumnya, kami terobsesi untuk menjadi yang pertama di dunia dan di industri. Kami mengabaikan inovasi yang memang bermakna untuk konsumen. Menjadi yang pertama tidak lagi penting untuk saat ini dan strategi kami adalah untuk meluncurkan produk yang kami percaya bermakna untuk konsumen di waktu yang tepat."

Informasi tersebut disampaikan Koh sebagai tanggapan setelah sejumlah jurnalis pada ajang Mobile World Congress (MWC 2018) menyinggung soal Vivo, yang telah berhasil menyematkan teknologi pemindai sidik jari pada layar di ponsel mereka.

Sejumlah pihak juga mempertanyakan rencana Samsung setelah informasi terkait pengembangan teknologi serupa beredar di masyarakat, meski hingga saat ini belum terwujud. Samsung dinilai tertinggal sebab sejumlah produsen telah menyematkannya di perangkat unggulan mereka.

Sementara itu, Samsung menyebut smartphone unggulan terbarunya yaitu Galaxy S9 dan Galaxy S9+ ditujukan untuk generasi sosial, termasuk generasi milenial yang aktif di ranah media sosial. Alasannya karena kemampuan kamera dan fitur unggulan lain yang tersemat di perangkat ini.

Selain itu, sesuai dengan bocoran informasi yang beredar sebelum peluncurannya dihelat, Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9+ hadir dengan bekal port audio 3,5mm. Hal ini berbeda dengan tren yang tengah berlangsung, yang mendorong produsen ponsel yang berlomba menghilang port tersebut dari perangkat.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.