Diterpa Banyak Masalah, CEO Snapchat Digaji Rp8,7 Triliun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 24 Feb 2018 15:25 WIB
media sosialsnapchat
Diterpa Banyak Masalah, CEO Snapchat Digaji Rp8,7 Triliun
CEO Snap Inc, Evan Spiegel.

Jakarta: Dalam tahun pertamanya sebagai perusahaan terbuka, Snapchat mengalami berbagai masalah. Namun, hal ini tidak tercermin dari jumlah gaji dan kompensasi yang didapatkan oleh sang CEO.

CEO Snap Inc., perusahaan induk Snapchat, Evan Spiegel mendapatkan total bayaran sebesar USD638 juta pada 2017, menurut dokumen yang diserahkan pada Securities and Exchange Commision pada hari Kamis.

Sebagian besar uang tersebut dia dapatkan dari pemberian saham pada Spiegel saat penawaran saham perdana (IPO) pada Maret.

Sementara untuk masalah gaji, Spiegel mendapatkan USD98,078 (Rp1,3 miliar). Namun, untuk Spiegel, USD638 juta (Rp8,7 triliun) adalah jumlah yang kecil. Sang CEO Snap Inc. merupakan miliarder berkat kepemilikan sahamnya di perusahaan yang dia bantu dirikan. 

Menurut Money CNN, IPO Snap tahun lalu merupakan salah satu IPO yang paling menarik perhatian. Sayangnya, tidak lama setelah IPO, nilai saham Snap turun di bawah dari penawaran perdana. Alasannya karena munculnya kekhawatiran berkat kerugian yang menumpuk, pengguna yang tak kunjung bertumbuh dan kompetisi ketat dari Instagram. 

Snap merugi USD3,4 miliar (Rp46,4 triliun) pada 2017, menurut laporan terbaru. Dengan pengguna harian sebanyak 187 juta, Snapchat jauh lebih kecil dari para pesaingnya seperti Instagram.

Nilai saham Snap membaik setelah laporan keuangan mereka menunjukkan penjualan per kuartal yang lebih baik dari perkiraan Wall Street dan juga pertumbuhan pengguna.

Namun, tidak lama kemudian, nilai saham Snap kembali turun dalam beberapa hari belakangan karena perombakan desain aplikasi Snapchat. Selain itu, satu selebritas juga mengaku bahwa dia mulai berhenti menggunakan Snapchat. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.