Google-Microsoft Khawatir Broadcomm-Qualcomm Bikin Untung Apple

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 10 Dec 2017 10:16 WIB
googlemicrosoftqualcomm
Google-Microsoft Khawatir Broadcomm-Qualcomm Bikin Untung Apple
Google dan Microsoft mengungkapkan kekhawatiran terkait akuisisi Broadcom dan Qualcomm dapat menguntungkan Apple.

Jakarta: Google dan Microsoft menjadi perusahaan teknologi besar yang mengirimkan keluhan kepada Qualcomm terkait percabangan akuisisi Broadcomm terhadapnya. Saat ini, Broadcomm memiliki saham senilai USD70 dalam penawarannya senilai USD105 terhadap Qualcomm.

Penawaran tersebut terdiri dari USD60 uang tunai dan US10 saham Broadcomm. Sumber tersebut mengindikasikan bahwa Qualcomm akan bersedia untuk menyetujui akuisisi jika penawaran yang diajukan bernilai US80 per lembar saham dan lebih tinggi.

Sementara itu, Broadcomm tengah berupaya untuk memasukan kandidat miliknya pada dewan direksi Qualcomm. Phone Arena melaporkan, upaya tersebut diharapkan dapat membantu memenangkan Qualcomm dengan harga yang ditawarkan saat ini.

Google dan Microsoft dilaporkan mengkhawatirkan bayangan Apple dalam kesepakatan tersebut. Apple dan Qualcomm terjerat sejumlah tuntutan hukum dan hubungan antara keduanya dinilai cukup buruk, sehingga Apple memutuskan mencari pemasok modem chip lain untuk model iPhone CDMA 2018.

Saat ini, chip modem Intel digunakan pada model iPhone versi GSM, dan diperkirakan akan tetap digunakan pada model iPhone keluaran tahun depan. Microsoft telah mulai bersaing dengan Apple iPad, melalui produksi rangkaian laptop hibrida yang juga dapat difungsikan sebagai tablet.

Rangkaian perangkat tersebut merupakan PC Windows 10 pertama yang didukung oleh chip karya Qualcomm. Sementara itu, Google telah lebih siap bersaing berkat dukungan sejumlah produsen smartphone Android yang menggunakan chip karya Qualcomm.

Kedua perusahaan raksasa teknologi tersebut disebut ketakutan jika Broadcom membeli Qualcomm, dan akan menguntungkan bagi Apple. Sebab sebelumnya, CEO Broadcom Hock Tan dilaporkan optimis dapat menyelesaikan sejumlah tuntutan hukum Qualcomm dan Apple, jika perusahaannya membeli Qualcomm.

Melihat reputasi Broadcom soal penghemat biaya, Microsoft dan Google khawatir merger keduanya akan secara tajam mengurangi inovasi di industri teknologi. Sedangkan Qualcomm saat ini masih menunggu peningkatan penawaran lebih tinggi untuk perusahaannya.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.