Stasiun Luar Angkasa Tiongkok Tiangong-1 akan Jatuh dalam 1 Minggu

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 27 Mar 2018 12:07 WIB
antariksa
Stasiun Luar Angkasa Tiongkok Tiangong-1 akan Jatuh dalam 1 Minggu
Ilustrasi.

Jakarta: Setelah penantian selama dua tahun, stasiun luar angkasa buatan Tiongkok pertama -- Tiangong-1 -- akhirnya akan keluar dari orbitnya dan masuk ke atmosfer Bumi dalam waktu satu minggu. 

Badan Luar Angkasa Eropa (ESA) memperkirakan, stasiun luar angkasa itu akan kembali memasuki atmosfer Bumi pada tanggal antara 30 Maret dan 2 April. Kemungkinan besar, kejadian itu akan terjad pada 1 April. Setelah stasiun luar angkasa itu jatuh, maka masyarakat tidak lagi perlu khawatir. 

Seperti yang disebutkan oleh The Verge, jatuhnya Tiangong-1 membuat masyarakat resah karena Tiongkok tidak lagi bisa mengendalikan stasiun luar angkasa tersebut.

Itu artinya, para teknisi Tiongkok tidak bisa mengaktifkan mesin pada stasiun luar angkasa itu dan memastikannya jatuh di laut. 

Tiangong-1 juga cukup berat. Pada peluncurannya pada 2011, stasiun tersebut memiliki bobot 8.500 kilogram, menjadikannya sebagai salah satu obyek raksasa yang jatuh ke Bumi secara tidak terkendali.

Selain itu, Tiangong-1 juga cukup padat, yang berarti meskipun sebagian dari stasiun itu akan terbakar di atmosfer, ada kemungkinan sisa dari stasiun itu masih cukup besar ketika mendarat di Bumi. 

Tentu saja, kemungkinan stasiung ini menimpa seseorang sangat kecil. Tidak hanya itu, sebelumnya, Bumi telah dihantam oleh obyek yang lebih besar. Menurut Jonathan McDowell, ahli astrofisika di Harvard, Tiangong-1 merupakan obyek terbesar ke-50 yang pernah jatuh ke Bumi secara tak terkendali. 


Kawasan yang mungkin menjadi tempat Tiangong-1 terjatuh. (Gambar: Aerospace Corporation)

Sayangnya, para ahli tidak bisa memastikan dimana tepatnya Tiangong-1 akan mendarat. Satu hal yang diketahui saat ini, stasiun itu akan jatuh pada kawasan antara 43 derajat lintang utara dan 43 derajat lintang selatan, yang mencakup hampir seluruh Amerika Selatan, Afrika, dan Australia dan juga sebagian dari Asia, Eropa dan Amerika Utara. 


(MMI)

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan
Review Smartphone

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Oppo menghadirkan pengalaman menggunakan kamera dan hasil foto yang baik dan menyenangkan, berk…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.