Dukung Elon Musk, Stephen Hawking Juga Ingatkan Bahaya Kecerdasan Buatan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 14 Mar 2018 12:53 WIB
elon muskkecerdasan buatan
Dukung Elon Musk, Stephen Hawking Juga Ingatkan Bahaya Kecerdasan Buatan
Stephen Hawking setuju dengan Musk soal bahaya AI. (AFP PHOTO / ANDREW COWIE)

Jakarta: Stephen Hawking khawatir bahwa kecerdasan buatan atau AI bisa memperbanyak diri mereka sendiri dan mengalahkan manusia sebagai makhluk hidup yang mendominasi di dunia.

Meski terdengar tidak masuk akal, Hawking bukanlah satu-satunya orang yang mengkhawatirkan hal itu. Para ahli di bidang teknologi juga khawatir akan keberadaan AI.

"Saya takut AI akan menggantikan manusia," kata Hawking dalam sebuah wawancara dengan Wired pada bulan November tahun lalu. "Jika orang mendesain virus komputer, seseorang akan mendesain AI yang bisa memperbaiki diri dan melakukan duplikasi. Ini akan jadi makhluk hidup baru yang akan mengalahkan manusia."

Hawking bukanlah orang pertama yang memeringatkan akan bahaya AI. Pendiri SpaceX dan Tesla, Elon Musk juga mengklaim bahwa AI merupakan "ancaman pada eksistensi peradaban manusia". Musk juga menyebutkan bahwa AI kini berkembang dengan sangat cepat, layaknya "ombak besar". 

Salah satu hal yang Musk khawatirkan adalah pengembangan AI yang akan menjadi "Tuhan" dan menciptakan agamanya sendiri. 

Sebelum ini, Musk dan Hawking pernah bekerja sama untuk memperingatkan masyarakat luas akan bahaya AI. Bersama dengan ratusan peneliti dan ahli lainnya, mereka mendukung pengembangan 23 prinsip utama dalam pengembangan AI di masa depan. 

Prinsip tersebut terdiri dari konsep dasar seperti memastikan manusia dapat mengendalikan AI. Pada saat yang sama, prinsip itu juga membahas tentang konsep yang lebih luas seperti memastikan AI memiliki keuntungan dan AI yang dibuat harus sejalan dengan nilai kemanusiaan. 

Sama seperti Musk, Hawking khawatir karena masyarakat tampaknya tidak terlalu peduli dengan betapa cepatnya AI berkembang. 

"Saya percaya, tidak ada perbedaan besar antara apa yang bisa dicapai oleh otak manusia dan apa yang bisa dilakukan oleh komputer," kata Hawking. "Karena itu, secara teori, komputer akan bisa meniru kecerdasan manusia -- dan melampauinya."

Dalam industri teknologi, pendapat para ahli tentang AI beragam. Sementara Hawking dan Musk khawatir akan bahaya AI, ada juga orang yang mendukung pengembangan AI sepenuhnya, seperti CEO Facebook Mark Zuckerberg. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.