Sudah Ada 38 Juta Pelanggan Berbayar Apple Music

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 13 Mar 2018 08:07 WIB
apple
Sudah Ada 38 Juta Pelanggan Berbayar Apple Music
Apple Music telah memiliki 38 juta pelanggan berbayar.

Jakarta: Apple mengumumkan layanan musik streaming miliknya, Apple, Music, telah punya 38 juta pelanggan berbayar. Jumlah tersebut meningkat sebesar 2 juta pelanggan, atau 5,6 persen, sejak bulan Februari lalu.

Informasi ini disampaikan oleh Senior Vice President Internet Software dan Service Apple Eddy Cue pada ajang SXSW tahunan di Austin, Texas.

Saat ini, Spotify masih menjadi penyedia layanan musik streaming dengan jumlah pelanggan terbanyak, yaitu sebesar 71 juta, untuk layanan premium miliknya.

Apple pertama kali diluncurkan pada 30 Juni 2015, tujuh tahun setelah Spotify dirilis pada 7 Oktober 2008. Berbeda dengan Spotify, Apple menawarkan masa percobaan gratis selama tiga bulan, sebelum pelanggan harus membayar biaya berlangganan USD9,99 (Rp142.714) per bulan.

Sementara itu, paket keluarga mengharuskan pengguna membayarkan biaya berlangganan sebesar USD14,99 (Rp214.142) per bulan untuk enam pengguna. Spotify menawarkan paket gratis dengan bekal iklan yang hadir di tengah pemutaran lagu berlangsung.

Versi premium Spotify menghadirkan pengguna jumlah kemampuan melewati lagu tidak terbatas, dan memungkinkan pengguna untuk menikmati musik secara offline. Serupa Apple Music, layanan premium Spotify juga ditawarkan seharga USD9,99 (Rp142.714) per bulan.

Spotify baru-baru ini mengumumkan akan segera menjadi perusahaan publik setelah mendaftarkan dokukemen penawaran publk awal dengan simbol SPOT.

Sementara itu saat ini, Apple dan Amazon tengah berkompetisi untuk menjadi perusahaan pertama dengan valuasi USD1 triliun (Rp14.285,7 triliun).

Apple dilaporkan mendapatkan keuntungan cukup besar dari berbagai bisnis yang digelutinya. Namun berdasarkan tren saat ini, Amazon diprediksi akan menjadi perusahaan pertama yang mencapai valuasi tersebut pada bulan Agustus mendatang, dan Apple diperkirakan akan mencapai nilai tersebut satu minggu kemudian.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.