Kaspersky Lab: Uber Sudah Dibobol, Pengguna Harus Lebih Waspada

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 23 Nov 2017 22:07 WIB
ubercyber securitykaspersky
Kaspersky Lab: Uber Sudah Dibobol, Pengguna Harus Lebih Waspada
Pengguna smartphone harus lebih waspada terhadap ancaman siber

Jakarta: Baru-baru ini, CEO Uber Dara Khosrowshahi mengakui bahwa perusahaan transportasi berbasis aplikasi online yang ia pimpin menjadi korban peretasan di tahun 2016 lalu.

Pengakuan itu ia sampaikan melalui siaran pers yang dimuat dalam situs resmi Uber. Kejadian tersebut menjadi pusat perhatian, salah satunya oleh perusahaan keamanan Kaspersky Lab.

Menurut Head of Anti-Malware Research Team di Kaspersky Lab Vyacheslav Zakorzhevsky, insiden tersebut membuktikan para penjahat siber memfokuskan usaha penyerangan mereka lebih kepada perusahaan besar atau perusahaan yang bisa memberikan banyak keuntungan.

Selain itu, tren kejahatan siber yang mengarah pada perusahaan besar juga terus meningkat.

"Tampaknya, akhir-akhir ini tren tersebut terus meningkat. Bila insiden pelanggaran data seperti ini terjadi, maka penting untuk diingat agar jangan pernah meremehkan konsekuensi yang ditimbulkan, terlebih konsekuensi yang terkait dengan informasi pribadi yang bisa jatuh ke tangan penyusup," ujar Vyacheslav dalam pernyataan resminya.

"Karena data yang diakses oleh penyusup kelak dapat digunakan untuk serangan lebih lanjut terhadap pengguna, dengan menyebarkan malware atau jenis spionase siber. Sebagai contoh, penyerang bisa menjual database curian yang berisi informasi pribadi di pasar gelap dan permintaannya juga sangat tinggi."

Vyacheslav juga mengatakan aktivitas kejahatan siber memang tengah menargetkan aplikasi ride-sharing seperti Uber. Alasannya aplikasi dan layanan ride-sharing menyimpan sejumlah data pribadi penting. Tidak jarang data kartu kredit pelanggan pun bisa ditemukan di dalamnya. Akses terhadap data tersebut yang bisa merugikan banyak pihak.

Agar terhindar dari berbagai bentuk pencurian data, Vyacheslav menyarankan kepada pengguna smartphone agar berhati-hati terhadap hal yang mencurigakan.

"Kami sangat menyarankan agar para pengguna memperhatikan pesan masuk yang dikirim melalui email atau SMS, jangan klik tautan yang mencurigakan, dan hindari pemasangan aplikasi dari sumber yang tidak dikenal," ujarnya.

Dalam serangan Uber yang baru diumumkan kali ini, para hacker berhasil mendapatkan nama, alamat email dan nomor ponsel dari lebih dari 50 juta pengguna Uber di dunia. Sementara itu, bagi 7 juta pengendara Uber, selain informasi tersebut, data mereka yang tercuri adalah nomor SIM.

Bloomberg menyebutkan, pada saat penyerangan, Uber tengah berbicara dengan regulator Amerika Serikat terkait masalah pelanggaran privasi lain dan baru saja selesai membahas masalah cara penanganan data konsumen pada Komisi Dagang Federal (FTC). 


(MMI)

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah
Review Smartphone

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah

1 week Ago

Huawei Nova 2i dilengkapi dengan 4 kamera. Inilah ulasan lengkap performanya. 

BERITA LAINNYA
Video /