Smartfren Ingin Padatkan Jaringan 4G Plus di Sulawesi dan Kalimantan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 03 Nov 2017 07:37 WIB
smartfren telecom
Smartfren Ingin Padatkan Jaringan 4G Plus di Sulawesi dan Kalimantan
Munir Syahda Prabowo, VP Technology Relations and Special Project, Smartfren. (MTVN)

Metrotvnews.com, Makassar: Smartfren berencana melakukan densifikasi dari jaringan 4G Plus hingga tahun depan.

Di Sulawesi Selatan, mereka memadatkan jaringan di 8 kota yang sudah dilengkapi dengan konektivitas 4G Plus, yaitu Makassar, Manado, Gowa, Maros, Pare Pare, WatamPane, Kotamobagu dan Tondano. Selain itu, mereka juga ingin memadatkan jaringan di 4 kota di Kalimantan.

Dalam uji jaringan, Munir Syahda Prabowo, VP Technology Relations and Special Project, Smartfren menyebutkan bahwa 80 persen jaringan Smartfren dari Makassar hingga Toraja sudah cukup baik. "Sudah bisa memenuhi kebutuhan pelanggan saat berjalan dari Makassar sampai Toraja," kata Munir.

Namun, dia mengakui bahwa masih ada blank spot atau kawasan dimana jaringan tidak tersedia. "Nanti dilihat lagi, apa wajar jika pasang BTS di tempat itu, secara ekonomis harus dipertimbangkan," katanya.

Perhitungan dilakukan dengan melihat potensi keuntungan yang bisa didapatkan dibandingkan dengan biaya yang diperlukan untuk menyediakan BTS di sebuah kawasan. 

Salah satu kriteria Smartfren ketika hendak menentukan apakah mereka akan membangun jaringan di suatu daerah adalah populasi. "Di kota-kota besar, yang memang menjadi pusat keramaian, tingkat niaganya cukup tinggi," ujar Munir menjelaskan. "Itu tempat yang memang perlu komunikasi."

Selain kota besar, tujuan wisata juga menjadi tempat yang Smarfren prioritaskan untuk membangun jaringan. Contohnya Toraja, yang Munir sebutkan merupakan destinasi wisata yang dikenal secara internasional.

Keberadaan jaringan komunikasi yang memadai, menurutnya, akan dapat membantu pelanggan ketika berkunjung ke sebuah tujuan wisata sehingga mereka tidak kesulitan untuk saling berkomunikasi. 

Lebih lanjut Munir menjelaskan, tim Smartfren mengadakan pengujian secara berkala untuk menentukan apakah mereka harus menambahkan BTS di sebuah daerah. Namun, dia menyebutkan, jumlah BTS tidak lagi berbanding lurus dengan kualitas jaringan. "Sekarang, belum tentu banyak BTS berbanding lurus dengan kualitas layanan."


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.