Ubisoft Sediakan Riset Game untuk Pengembangan AI

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 25 Dec 2017 23:18 WIB
ubisoftkecerdasan buatan
Ubisoft Sediakan Riset Game untuk Pengembangan AI
Ubisoft merupakan salah satu publisher game yang menelurkan banyak franchise game terbaik.

Jakarta: Kita sadari bahwa sebuah game tidak terlepas dari peran AI atau kecerdasan buatan di dalamnya. Melihat tren AI saat ini, publisher game Ubisoft juga ikut serta dalam tren tersebut.

Dilaporkan Tech Crunch, Ubisoft membuka divisi riset La Forge untuk pengembangan AI yang menyatukan peneliti di bidang akademik dan talent di bidang game. Menurut Kepala Project La Forge Ubisoft Montreal Yves Jacquier ini adalah perpaduan bagus.

"Game mendorong lahirnya inovasi dan inovasi mendorong lahirnya game. Sebetulnya kerja sama akademisi dengan bakat di bidang game sudah berlangsung sejak 2011. Kami mencoba menyatukan AI terbaik dalam ekosistem game yang dibuat," ungkap Jacquier.

Menurutnya, program ini kemudian putus tengah jalan karena akademisi ingin hasil riset dirilis ke publik. Di industri game sebuah hasil riset harus dipatenkan dan bisa diimplementasikan menjadi sebuah bisnis atau produk matang sebelum dirilis.

Oleh sebab itu, kini La Forge ingin kembali menjalin kerja sama tersebut. Caranya dengan memanfaatkan ekosistem dan tools pembuatan game yang mereka miliki. Setiap pengembangan AI tidak perlu diimplementasikan dalam bentuk nyata saat masih dalam tahap uji coba.

"Pengembangan AI membutuhkan uji coba yang berulang dan harus diuji coba di kondisi nyata maka membutuhkan biaya yang besar dan juga cukup berbahaya untuk melibatkan manusia dalam ujicobanya," jelas Jacquier.

Ubisoft menyediakan ekosistem game yang mereka miliki menjadi dunia virtual untuk menguji AI yang dikembangkan. Misalnya, game Watch Dogs 2 yang di dalamnya mengangkat tema teknologi. Nantinya, AI bisa hadir dalam bentuk mobil otonom dan robot.

Kondisi pengujian di dalam game tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau prasyarat uji coba teknologi AI. Tentunya, kerja sama ini juga menguntungkan pihak Ubisoft sebagai kreator game.

Teknologi pengembangan AI dalam bentuk virtual bukan hanya Ubisoft yang sudah melakukannya, NVIDIA sebagai pengembang teknologi komponen pengolahan grafis juga menyedia platform yang sama.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.