Sarung Tangan Haptx Bikin VR Lebih Nyata

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 25 Dec 2017 15:29 WIB
virtual reality
Sarung Tangan Haptx Bikin VR Lebih Nyata
Sarung tangan VR buatan Haptx membuat pengalaman VR terasa seperti dunia nyata.

Jakarta: Pengalaman VR (Virtual Reaity) selama ini masih sebatas menjangkau dua indera pada manusia, yakni mata dan telinga. Kita bisa merasakan berada di dunia digital lewat sajian gambar dan suara.

Gerak tubuh seperti tangan juga sebetulnya bisa dilakukan dalam VR, tapi sebatas sebagai alat kendali. Demi menciptakan pengalaman VR yang utuh dan sangat nyata, perusahaan Haptx tengah mengembangkan sarung tangan untuk menciptakan pengalaman VR yang lebih canggih, dilaporkan Venture Beat.

Sarung tangan yang dibekali dengan teknologi haptik atau sentuh nantinya membuat pengguna VR bisa menyentuh benda yang ada di dunia VR dan merasakan tekstur benda tersebut sehingga dunia VR terasa seperti dunia nyata.

CEO Haptx Jake Rubin dalam ajang VR di VRX Conference San Fransisco beberapa waktu lalu mempresentasikan rancangan dan purwarupa teknologi sarung tangan tersebut. Nantinya pengguna bisa merasakan tekstur, bobot, ukuan, serta efek lain dari interaksi dengan benda di dalam dunia VR.



Dijelaskan Rubin, teknologi VR yang terhubung akan diterjemahkan ke sebuah material yang terdiri dari sebuah lembaran tekstil yang dilengkapi dengan ratuan balon udara mikro yang bisa mengembang. Gerakan dan ransangan di dalam dunia VR akan terasa ke tangan pengguna sarung tangan Haptx.

"Jadi apa yang terjadi di dunia VR akan terasa sangat nyata di penggunanya. Meskipun masih purwarupa tapi kami sudah berbicara dengan beberapa studio dan kreator untuk membantu pengembangannya. Kami akan berfokus di area hiburan terlebih dahulu dalam pengembangannya," tutur Rubin.

Sejauh ini teknologi Haptx baru mendukung penggunaan satu tangan ke depan mereka ingin menciptakan sepasang sarung tangan sekaligus. Rencananya, di pertengahan 2018 perangkat ini sudah diciptakan dan siap untuk diproduksi massal.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.