Hadapi Pasar Open Source Indonesia di 2016, Red Hat Terapkan 3 Strategi

Mohammad Mamduh    •    Sabtu, 02 Jan 2016 22:09 WIB
red hat
Hadapi Pasar Open Source Indonesia di 2016, Red Hat Terapkan 3 Strategi
Country Manager Red Hat Indonesia, Rully Moulany. MTVN/MAMDUH

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengembangan software yang tidak terikat oleh satu perusahaan besar biasanya dikenal dengan istilah open source. Linux adalah salah satu sistem oeprasi yang bersifat open source, atau dengan kata lain dapat dikembangkan oleh siapapun.

Penyedia solusi open source berbasis Linux, Red Hat, melihat bahwa di tahun 2016, potensi pasar Indonesia akan bertambah besar.

“Kita memproyeksikan bisnis kita akan tetap tumbuh, terlepas dari kondisi makro dan mikro ekonomi yang terjadi. Red Hat global akan tertap berinvestasi di Indonesia,” kata Country Manager Red Hat Indonesia, Rully Moulany kepada Metrotvnews.com.

Ia juga menuturkan, dari seluruh negara ASEAN, Indonesia memiliki pertumbuhan pasar open source terbesar.
Oleh karena itu, Red Hat Indonesia akan menerapkan 3 strategi utama untuk pasar open source di Indonesia tahun 2016.

“Yang pertama adalah kita akan fokus di key vertical, yaitu terdiri dari layanan finansial, telekomunikasi, dan sektor publik,” jelas Rully. Maksudnya di sini, Red Hat Indonesia akan bekerja sama dengan berbagai perusahaan yang terlibat dalam 3 sektor ini. Telkomsel juga menjadi salah satu operator telekomunikasi yang telah menjalin kerja sama degnan Red Hat.

Strategi kedua adalah tetap menjaga ekosistem kemitraan yang sudah ada sekarang, dan memberikan kontribusi lebih banyak kepada para partner demi ekspansi ke sektor yang sebelumnya tidak tersentuh, salah satunya adalah SMB.

Ketiga, terus menjaga hubungan dengan media untuk menjelaskan kepada khalayak ramai tentang pemahaman open source.
 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.