Selain Twitter, Disney Juga Ingin Beli Netflix?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 05 Oct 2016 08:42 WIB
netflix
Selain Twitter, Disney Juga Ingin Beli Netflix?
CEO Disney Bob Iger. (Getty Images)

Metrotvnews.com: Minggu lalu, muncul kabar bahwa Disney tertarik untuk akuisisi Twitter. Sekarang, muncul laporan baru yang menyebutkan bahwa Disney tertarik untuk membeli Netflix, penyedia layanan video-on-demand yang masuk Indonesia di awal tahun ini.

Setahun belakangan, bisnis Disney mulai menurun karena ESPN, yang merupakan produk unggulan mereka telah mulai kehilangan penonton. Untuk tetap relevan, tidak heran jika Disney mencari perusahaan yang dapat mendistribusikan konten mereka dengan cara baru.

Satu hal yang harus dipertanyakan adalah apakah Disney memang sanggup melakukan akuisisi ini. Selain itu, muncul pertanyaan apakah akuisisi ini memang akan dapat membantu Disney.

Menurut Seeking Alpha, perusahaan media seperti Twitter dan Netflix memang memiliki daya tarik tersendiri untuk perusahaan seperti Disney.

Kesuksesan siaran live streaming acara olahraga besar seperti NFL di Twitter merupakan kesuksesan besar untuk ESPN. Disney tidak perlu lagi membuat layanan TV Kabel ketika sebuah media sosial memiliki jumlah pengguna lebih besar dan potensi ke miliaran pengguna.

Masalahnya adalah baik Twitter dan Netflix memiliki nilai tinggi karena dianggap memiliki potensi untuk tumbuh di masa depan yang besar. Tingginya nilai untuk akuisisi 2 perusahaan tersebut membuat Dewan Direktur Disney enggan untuk setuju dengan pembelian itu.

Saat ini, Disney bernilai USD160 miliar. Namun, kira-kira, Twitter ingin dibeli dengan harga sekitar USD30 miliar sementara Netflix dinilai memiliki harga lebih dari USD40 miliar. Pada 3 kuartal terakhir, Disney berhasil mendapatkan penghasilan USD5.7 miliar.

Hal ini akan membantu mereka jika mereka memang hendak melakukan akuisisi. Meskipun begitu, saat ini, Disney tidak memiliki uang kas dalam jumlah banyak.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.