Fortnite Mobile Juara di Amerika, PUBG Mobile Berjaya di Asia

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 04 Jul 2018 11:55 WIB
gamespubg
Fortnite Mobile Juara di Amerika, PUBG Mobile Berjaya di Asia
Fortnite Mobile.

Jakarta: Meskipun PUBG Corp selaku pengembang PUBG (PlayerUnknown’s Battlegrounds) dan pelopor genre game battle royale telah mengakhiri tuntutan kepada Epic Games atas tuduhan Fornite menjiplak PUBG tetap saja persaingan keduanya belum selesai.

PUBG dan Fortnite masih memiliki persaingan yang cukup ketat di genre battle royale. Dari data yang ditemukan Fortnite dan PUBG ternyata berjaya di pasar yang berbeda tapi pendapatan yang dihasilkan justru lebih banyak yang dibawa pulang oleh Fortnite.

Pertama, perlu diketahui bahwa sebagian saham PUBG dan Fortnite dimiliki oleh raksasa internet Tiongkok Tencent. Mengutip data dari firma konsultan SensorTower rupanya pendapatan kotor yang diterima Fortnite jauh lebih besar dibandingkan PUBG.



Data SensorTower menemukan bahwa lebih banyak gamer Fortnite Mobile yang rela menghabiskan uang untuk in-app purchase ketimbang gamer PUBG Mobile. SensorTower mencatat bahwa sebagian besar gamer rela menghabiskan uang hingga USD15 juta atau setara Rp215 miliar dalam kurun waktu empat bulan.

Sementara gamer PUBG Mobile paling tinggi menghabiskan uang untuk in-app puchase sebanyak USD5 juta atau Rp71 miliar dalam kurun waktu yang sama. Padahal, jumlah unduhan baik di iOS maupun Android jauh lebih banyak game PUBG ketimbang Android.

Data SensorTower memperlihatkan bahwa pada bulan Maret 2018, jumlah total unduhan game PUBG Mobile dengan menggabungkan iOS dan Android sempat menyentuh di atas 20 juta unduhan. Sementara game Fortnite terus berada di bawah 5 juta unduhan mengingat game ini hanya hadir untuk iOS.



Lebih detil lagi SensorTower menemukan bahwa game Fortnite Mobile jauh lebih populer di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa dengan Amerika Serikat sebagai penyumbang pendapatan kotor terbesar yakni mencapai USD75 juta atau  Rp1 triliun.



Sementara SensorTower melihat PUBG Mobile lebih populer di Jepang dan kemudian AMerika Serikat serta beberapa negara di Asia. Di Jepang PUBG Mobile mendulang pendapatan kotor USD6,5 juta atau Rp93 miliar dan dari Amerika Serikat sebesar USD5,9 juta atau Rp 84 miliar.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.