Game Platform dari LINE untuk Dukung Kreator Indonesia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 11 Apr 2018 09:11 WIB
gamesline
Game Platform dari LINE untuk Dukung Kreator Indonesia
LINE ingin mendukung para developer game.

Jakarta: Sebagai bentuk dukungan pada para game developer, LINE baru saja meluncurkan LINE Game Platform. Sistem tersebut dibuat untuk memudahkan para pengembang game, mulai dari proses sebelum pembuatan hingga pengelolaan setelah game dirilis. 

Tujuan LINE mengembangkan platform ini adalah membantu para developer yang ada di berbagai negara, termasuk Indonesia. Selain developer Indonesia, platform baru dari LINE ini juga bisa digunakan developer asal Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Amerika Serikat.

LINE Game Platform punya lima fitur. Para developer bebas memilih fitur-fitur yang akan mereka gunakan. Salah satu fitur itu adalah AIR, yang LINE sebut sebagai "one-stop platform keamanan". Fitur ini tidak hanya memberikan perlindungan dan memantau game, developer juga bisa menggunakannya untuk melakukan diagnosis. 

Fitur kedua, Fuwa, adalah cloud platform yang bisa digunakan sebagai infrastruktur untuk mengembangkan game. Pion adalah fitur ketiga yang merupakan in-game platform. Fitur ini dapat membantu developer melakukan promosi, mengatur komunitas juga memantau para pengguna. 

Dua fitur terakhir adalah Growthy -- platform analisis data yang dapat mengumpulkan dan memberikan analisa data permainan secara real time -- dan Quaty, sebuah platform pengujian yang memang sudah disesuaikan dengan keadaan di dunia. 

Tidak hanya itu, LINE juga menyediakan AIR (Active Incident Response), yang bertujuan untuk mencegah terjadinya eksploitasi atau pelecehan dalam game di LINE. AIR terdiri dari tiga cabang.

Pertama, AIR Go yang bertugas untuk mengalisa kerentanan, tautan berbahaya, malware dan juga lisensi open-source. Pemeriksaan kode open-source dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah hukum di masa depan. 

Kedua, AIR Armor yang dapat melakukan deteksi pada serangan root/jailbreak, emulator, debugging, pengemasan ulang dan lain sebagainya. Sistem keamanan ini juga menyediakan perlindungan untuk kode Java, Native, DLL dan lain sebagainya.

Sementara AIR Eye berfungsi memonitor ancaman di tahap seluler, seperti eksploitasi, rooting, kecurangan dan modifikasi. 


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

5 hours Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.