Diduga Tambang Cryptocurrency, Game Ini Diblokir Steam

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 31 Jul 2018 13:09 WIB
gamessteam
Diduga Tambang Cryptocurrency, Game Ini Diblokir Steam
Abstractism diduga menambang cryptocurrency.

Jakarta: Kemarin, Valve menghapus sebuah game indie dari Steam, karena game itu diduga memanfaatkan komputer pemain untuk menambang cryptocurrency.

Game yang disebut Abstractism diduga mengambil alih kendali atas komputer pemain dan menggunakannya untuk menambang cryptocurrency.

Metode ini disebut cryptojacking. Kegiatan ini memaksa komputer bekerja keras dan bisa membuat performa komputer melambat atau mengalami panas berlebih.

Menambang cryptomining memang bisa menguntungkan karena penambang akan mendapatkan mata uang digital. Namun, para penipu bisa mendapatkan mata uang digital dengan memanfaatkan komputer para korbannya.

Selain itu, developer game ini juga diduga membuat item digital palsu untuk dengan tujuan menipu para pemain, seperti yang disebutkan oleh Motherboard.

Developer Okalo Union dan publisher dead.team merilis Abstracticism di Steam pada 15 Maret. Game ini adalah sebuah platformer sederhana. Para pemain harus menggerakkan balok-balok yang ada dengan lagu yang menenangkan sebagai latar belakang musik.

Namun, ada beberapa hal mencurigakan pada game. Misalnya, developer mendorong para pemain untuk membiarkan game tetap berjalan meski mereka tidak sedang bermain.

Pada hari Minggu, YouTuber SidAlpha menjelaskan tentang skema penipuan yang dilakukan via Abstracticism. Dia tahu tentang game ini ketika seorang penggemar menghubungi, bercerita bahwa dia hampir membeli sebuah rocket launcher emas untuk game Team Fortress 2 seharga USD100 (Rp1,4 juta) melalui pihak ketiga.

Ternyata, item itu untuk Abstractism, meski item tersebut memiliki tampilan dan penjelasan yang sama dengan rocket launcher pada Team Fortress 2.

SidAlpha dan netizen lain yang tertarik dengan ini kemudian mencari tahu tentang kasus Abstractism. Mereka menemukan bahwa game indie tersebut memaksa komputer bekerja keras, memicu notifikasi Windows Defender dan juga software anti-virus. Semua ini diduga disebabkan karena malware yang tertanam pada game.

Melalui sebuah update, dead.team membantah bahwa mereka menggunakan Abstractism untuk menambang cryptocurrency. Itu tidak menghentikan Valve memblokir game yang mereka rilis. Pada hari Senin, 30 Juli 2018, Valve resmi memblokir Abstractism.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.