Google Assistant Bermasalah Terhadap Aktivasi Suara

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 08 Aug 2018 15:03 WIB
google
Google Assistant Bermasalah Terhadap Aktivasi Suara
Sejumlah pengguna Google Assistant di berbagai perangkat mengeluhkan permasalahan pada fitur aktivasi via suara.

Jakarta: Sejumlah pengguna Google Assistant di berbagai perangkat, termasuk perangkat bermerek Samsung, LG, Huawei, OnePlus dan Xiaomi, melaporkan masalah aktivitasi suara pada asisten digital karya Google tersebut.

Google mengaku telah mengetahui permasalahan ini dan tengah menjalani proses investigasi guna mengetahui akar permasalahan tersebut. Namun hingga saat ini, belum tersedia informasi resmi dari Google maupun pihak ketiga berkenaan dengan waktu pengguliran perbaikan tersebut.

Permasalahan terkait fitur aktivasi Google Assistant dijelaskan pengguna sebagai hal menjengkelkan.

Pengguna mengaku asisten digital Google pada perangkat mereka mendadak tidak merespon kata kunci Ok Google diucapkan. Hal ini berarti pengguna tidak lagi dapat mengaktifkan Google Assistant via perintah suara.

Pengguna diharuskan untuk menyentuh tombol Home pada ponsel selama beberapa saat hingga asisten digital aktif. Meskipun demikian, permasalahan ini dinilai bukan sebagai gangguan bug kritis untuk keamanan perangkat Android atau pengalaman penggunaan secara umum.

Keluhan yang disampaikan pengguna di berbagai media sosial yang menyatakan ketidaksabaran mereka dalam menanti solusi, turut menggambarkan jumlah pengguna yang mengandalkan fitur aktivasi via suara pada Google Assistant ini, untuk melakukan tugas dan tindakan keseharian.

Sebelumnya, Google mengungkap rencananya untuk kembali ke Tiongkok dengan mesin pencari yang telah disensor. Selain itu, Google juga tampaknya ingin membawa layanan cloud mereka ke negara dengan populasi terbesar itu.

Hal ini ditanggapi Baidu, pesaing utama Google di Tiongkok, dengan pernyataan yang menunjukan keyakinan perusahaannya akan tetap menguasai pasar Tiongkok.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.