Apple Glasses Tidak Bakal Muncul Sampai Desember 2021

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 21 May 2018 11:22 WIB
apple
Apple Glasses Tidak Bakal Muncul Sampai Desember 2021
Analis Gene Munster menyebut bahwa Apple Glasses tidak akan meluncur hingga bulan Desember 2021.

Jakarta: Musim panas lalu, Gene Munster dari Loup Ventures menyebut bahwa kacamata AR Apple akan diluncurkan pada 2020 dan akan menjadi lebih populer dibandingkan dengan iPhone. Namun pernyataan tersebut merupakan pernyataan pada tahun lalu.

Munster, pengamat Apple untuk Piper Jaffray, mengumumkan perubahan prediksi, menyebut bahwa perangkat ini akan tersedia di pasar lebih lambat dari prediksinya sebelumnya. Pada laporan terbaru yang dirilis di internet, Munster menyebut bahwa Apple Glasses akan dirilis pada 2021.

Munster menyebut bahwa setelah pertemuan dengan ahli AR, produk seperti Apple Glasses masih membutuhkan banyak waktu untuk siap dipasarkan. Pada dasarnya, hal ini mengonfirmasi informasi yang disampaikan CEO Apple Tim Cook pada bulan Oktober lalu, yaitu bahwa teknologi untuk kacamata AR belumlah matang.

Munster menyebut bahwa hal ini mendorong Apple untuk meluncurkan perangkat AR pada bulan Desember 2021, dan bukan pada bulan September 2020 seperti prediksi sebelumnya.

Munster juga memprediksi bahwa Apple menjual 10 juta unit pada tahun pertamanya, selaras dengan jumlah Apple Watch yang dijual Apple pada tahun pertamanya.

Dengan harga penjualan rata-rata sebesar USD1.300 (Rp18,6 juta), eksekutif Venture Capital memprediksi Apple akan meraih pendapatan sebesar USD13 miliar (Rp185,7 triliun) dari penjualan kacamata AR selama 12 bulan pertama ketersediaan perangkat tersebut.

Munster juga menyebut bahwa hal ini akan meningkatkan pendapatan tahun fiskal 2022 Apple sebesar tiga persen.

Selain itu, Munster juga memberitahukan kepada klien bahwa Apple Watch, AirPods dan Apple Glasses akan menghasilkan pendapatan sebesar USD71 miliar (Rp1.014,2 triliun) pada tahun 2023, meningkat dari USD12 miliar (Rp171,4 triliun).

Laporan Munster menyebut bahwa kekhawatiran terkait dengan privasi akan menghambat penjualan kacamata AR di awal kehadirannya. Ia juga menyebut kegagalan Google Glass pada tahun 2014-2015 sebagai bukti bahwa masyarakat belum siap untuk pengguna kacamata berkamera.

Namun mengingat cara kamera pada ponsel lipat juga dinilai sebagai ancaman privasi dan kemudian disambut dengan baik, pelaku venture capital menyebut bahwa di masa depan, masyarakat akan menghadapi fase kesulitan untuk terpisah dari perangkat wearable AR, dan Apple menjadi perusahaan yang siap menjual perangkat tersebut.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.